Home » » Main Seri, Honduras-Swiss Tersingkir (0-0)

Main Seri, Honduras-Swiss Tersingkir (0-0)

Written By Haris Ahmad on Saturday, June 26, 2010 | 1:14 PM




Honduras membuat Swiss harus melupakan mimpi bertarung di babak 16 besar Piala Dunia 2010 setelah bermain imbang tanpa gol pada laga terakhir Grup H.

Swiss menghadapi Honduras dengan misi harus menang untuk lolos ke babak 16 besar. Tapi, Honduras tampaknya sudah belajar dari dua kekalahan yang mereka derita pada laga pendahulu. Maynor Figueroa dikembalikan ke posisi asalnya sebagai bek kiri dan poros pertahanan tim diserahkan kepada duet Osman Chavez dan Victor Bernardez.

Penempatan tersebut membendung susunan serangan Swiss yang mengandalkan sayap. Benjamin Huggel dan Tranquillo Barnetta dimainkan untuk memanfaatkan lebar lapangan. Terbukti hanya Barnetta yang leluasa menjalankan tugasnya di sektor kanan. Huggel di sayap kiri nyaris tak banyak bergerak sehingga harus dibantu Gelson Fernandes.

Pertandingan babak pertama miskin kreativitas. Menit 11, Swiss menghentak lebih dahulu ketika kapten Gokhan Inler melepas tendangan keras dari luar kotak penalti. Tendangan mendatar Inler melebar dari tiang jauh gawang honduras.



Enam menit berselang, Eren Derdiyok nyaris memecah kebuntuan. Striker Bayer Leverkusen ini berlari ke tengah kotak penalti menyongsong umpan lambung akurat Barnetta. Sayangnya, bola melejit ke atas gawang Noel Valladares.

Honduras hanya mengandalkan bola-bola cepat untuk melancarkan serangan. Seringkali upaya itu bisa ditangkal bek Swiss dengan mengaktifkan perangkap off-side. Aksi Wilson Palacios menggerakkan serangan pun kerap kali dihambat duet Inler dan Fernandes di tengah lapangan.

Hingga turun minum, belum ada gol di Free State. Sementara itu, pada saat bersamaan di stadion Lotus Versfled, Spanyol sedang unggul 2-0 atas Cili. Artinya, Swiss hanya butuh satu gol untuk lolos dari grup.

Untuk menyuntikkan agresivitas tim, Ottmar Hitzfeld memasukkan Hakan Yakin dan menarik keluar Fernandes. Swiss tampil lebih menyempit pada babak kedua. Barnetta lebih sering beraksi di tengah. Di bawah pengaturan Yakin, aliran serangan Swiss lebih hidup.

Honduras juga mengubah gaya bermain. Para pemain Honduras lebih berani menggiring bola lewat sektor sayap. Beberapa kali full-back Swiss diuji ketangguhannya menangkal pergerakan Edgar Alvarez di sayap kanan.

Menit 53, ancaman Alvarez terwujud ketika memberikan umpan lambung ke kotak penalti Swiss. David Suazo datang menyongsong, tapi sundulannya melebar.

Swiss balas mengancam. Barnetta beraksi menusuk dari lini tengah, tapi tendangannya tepat mengarah kepada Valladares. Menit 64, Osman Chavez menjatuhkan Eren Derdiyok sehingga Swiss mendapatkan hadiah tendangan bebas dari posisi menguntungkan. Sayangnya, tendangan bebas Yakin membentur pagar betis dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Selama 20 menit terakhir pertandingan, Honduras memperoleh banyak kesempatan melalui serangan balik. Tetapi, mereka selalu tak tahu bagaimana memanfaatkannya meski terkadang menang jumlah pemain. Contohnya, umpan Suazo kepada Walter Martinez. Bola tendangan Martinez dapat dihalau Diego Benaglio dengan sebelah tangan.

Kenaifan serangan Honduras juga tercermin ketika Georgie Welcome menyambut umpan Alvarez dalam kondisi lima pemain Honduras melawan empat bek Swiss. Bola menjebol gawang Benaglio, tapi Alvarez ternyata sudah lebih dulu terjebak off-side.

Swiss coba memasukkan segenap pemain bernaluri agresif, seperti Alexander Frei dan pemain muda Xherdan Shaqiri. Namun, hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan, Swiss tetap gagal menaklukkan ketangguhan Valladares.

Rasa frustrasi tak bisa membikin gol juga dialami Honduras. Peluang terakhir yang mereka dapatkan tercipta melalui tendangan penjuru Martinez. Ada tiga pemain sekaligus yang berupaya menyongsong umpannya di muka gawang Benaglio, tapi tak ada yang sukses menyasar bola.

Susunan pemain:
Swiss
 Benaglio; Grichting, Von Bergen, Lichtsteiner, Ziegler; Inler, Fernandes / Yakin (46'), Barnetta, Huggel / Shaqiri (78'); N'Kufo / Frei (69'), Derdiyok.
Honduras Valladares; Figueroa, Sabillon, Bernardez, Chavez; Alvarez, Nunez / Martinez (67'), W.Palacios, Thomas; Suazo / Turcios (87'), J.Palacios / Welcome (78').





SWISS

Diego Benaglio  7 
 -- Tak banyak kerepotan, tapi satu gerakan refleksnya menyelamatkan tim dari kebobolan.

Stephane Grichting  7
  -- Ketumpulan lini depan Honduras seperti menjadikan Grichting bek terbaik dunia. Namun, ketenangan, koordinasi, dan caranya membaca bola pantas dipuji.

Steve von Bergen  7  -- Tenang dan pandai mengintersep laju bola.

Reto Ziegler  6,5
  -- Banyak naik membantu serangan, Ziegler kerap ditembus Edgar Alvarez pada babak kedua.

Stephan Lichtsteiner  7,5
  -- Salah satu bek kanan terbaik turnamen. Sulit ditembus, itupun masih sempat naik membantu serangan. 

Gokhan Inler  7  -- Jangkar tim yang kerepotan menghadang kecepatan Wilson Palacios pada babak pertama.

Gelson Fernandes  6,5  -- Partisipasinya terbatas pada babak pertama. Sering bentrok dengan Benjamin Huggel di sektor kiri, atas nama efektivitas, Fernandes dikorbankan pelatih Ottmar Hitzfeld usai jeda.

Tranquillo Barnetta  8  -- Tak kenal lelah membantu serangan, baik dari sektor sayap maupun tengah lapangan. Sayang, kerja kerasnya gagal menghasilkan gol.

Benjamin Huggel  6
  -- Tidak aktif membangun serangan dari sektor kiri, saat digeser ke tengah pada babak kedua pun Huggel miskin kontribusi.

Blaise N'Kufo  6  -- Ke mana N'Kufo saat dibutuhkan? Lebih sering berlari mencari bola ketimbang mencari posisi yang tepat untuk menyambut umpan-umpan rekannya.

Eren Derdiyok  7  -- Banyak bergerak dengan bola. Terus mengancam gawang lawan, tapi terbukti tidak efektif dengan menciptakan gol yang dibutuhkan Swiss.

Pemain pengganti:
Hakan Yakin  7,5  -- Nafas kreatif Swiss langsung hidup, tapi tak kunjung memberikan bola yang mematikan hingga pertandingan berakhir.

Alexander Frei  6  -- Belum pulih betul dari cederanya, Frei lebih banyak bergerak dari sayap kanan. Padahal, Swiss butuh ketajamannya di lini depan.

Xherdan Shaqiri  n/a  -- Baru tampil mulai menit ke-78.


HONDURAS

Noel Valladares  7  -- Mampu mencari penempatan posisi yang baik di bawah gawangnya.

Maynor Figueroa  7  -- Tampil lebih baik di posisi aslinya, meski kerap direpotkan pergerakan Lichtsteiner dan Barnetta.

Mauricio Sabillon  6,5  -- Pergerakannya terbatas hingga tengah lapangan, padahal serangan Swiss jarang muncul di sektornya.

Victor Bernardez  7  -- Tanpa kompromi dan mampu mematikan N'Kufo saat harus berhadapan satu lawan satu.

Osman Chavez  7
  -- Sulit dilewati dan tangguh mengantisipasi bola-bola atas lawan.

Edgar Alvarez  6,5  -- Paling sering melancarkan serangan, meski tak kunjung mampu memanfaatkan peluang yang didapat.

Ramon Nunez  6  -- Kerap dimatikan Lichtsteiner hingga akhirnya digantikan Walter Martinez.

Wilson Palacios  6,5
  -- Baterainya hanya hidup di babak pertama. Pada babak kedua, Palacios terlihat tidak mampu lagi memainkan peran sebagai jembatan antarlini sehingga Honduras lebih mengandalkan serangan lewat sayap.

Hendry Thomas  6,5  -- Mampu membangun koordinasi lini tengah dengan baik, tapi kerap terpaku pada posisinya.

David Suazo  5,5
  -- Penampilan mengecewakan untuk ukuran striker yang kenyang pengalaman di Serie A Italia. Kerap gagal memanfaatkan peluang, salah antisipasi, dan tidak bisa membuka ruang untuk rekan setimnya.

Jerry Palacios  5  -- Lebih buruk dari Suazo. Tak mampu mencari posisi yang pas dan jarang mengancam gawang Benaglio.

Pemain pengganti:

Walter Martinez  7  -- Serangan Honduras lebih hidup sejak Martinez dimainkan, tapi tak punya kuku.

George Welcome  n/a
  -- Hanya bermain 12 menit, Welcome seperti menjadi muatan berlebih di lini depan tim.

Danilo Turcios  n/a
  -- Baru masuk menit ke-87 dan tak terlihat menyentuh bola sama sekali.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger