Home » » Estimasi Nilai Ekonomi dari Kebijakan Lingkungan

Estimasi Nilai Ekonomi dari Kebijakan Lingkungan

Written By Haris Ahmad on Friday, January 7, 2011 | 2:46 PM

Estimasi Nilai Ekonomi dari Kebijakan Lingkungan

ESTIMASI NILAI EKONOMI DARI
KEBIJAKAN LINGKUNGAN
A. PENDAHULUAN
Keuntungan ekonomi dari kebijaksanaan perubahan kualitas lingkungan adalah nilai uang dari peningkatan lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia yang dihasilkan oleh kebiksanaan tersebut atau terhindarnya biaya yang besar dalam menangani biaya yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan. Biaya untuk memperbaiki lingkungan bisa juga disebut sebagai keuntungan yang hilang. Jadi estimasi keuntungan lingkungan melibatkan penilaian moneter (uang) untuk menggambarkan nilai sosial dari perbaikan kondisi lingkungan atau biaya sosial dari kerusakan lingkungan.

B. KATEGORI PERUBAHAN LINGKUNGAN YANG DINILAI
Perubahan lingkungan baik yang menguntungkan maupn yang merugikan yang diakibatkan oleh aktifitas manusia bisa mempengaruhi berbagai macam penerima (receptors) dan objek (objects). Perubahan-perubahan lingkungan tersebut bisa diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Kesehatan manusia (human health);
2. Lingkungan hidup (living environment);
3. Aliran-aliran output yang bisa direproduksi (reproducible output flows);
4. Stok yang bisa direproduksi (reproducible stocks);
5. Stok yang tidak bisa direproduksi (non-reproducible stocks);
6. Pemandangan alam dan ekosistem (ecosystem and landscapes).
Dalam menilai sisi ekonomi dari perubahan lingkungan yang terjadi terutama perbaikan kualitas lingkungan maka unsur-unsur yang terkait dalam proses perubahan serta nilai perubahan itu harus diperhitungkan. Jika penyediaan barang lingkungan meningkat, maka surplus kosumen akan meningkat karena penggunaan barang lingkungan terebut baik langsung maupun tidak langsung.
Beberapa sumber benefit yang bisa diperoleh bukan pengguna langsung jasa lingkungan adalah sebagai berikut :
• Nilai pilihan (option value). Meskipun seseorang tidak mempunyai rencana untuk menggunakan jasa lingkungan itu, mereka kadang-kadang mau membayar sebagai pilihan untuk memanfaatkannya di masa mendatang.
• Nilai eksitensi/keberadaan (existence value). Nilai atau harga yang diberikan oleh seseorang terhadap eksitensi barang lingkungan tertentu.
• Nilai masa depan (bequest value). Orang bisa jadi membayar bagi ketersediaan barang-barang lingkungan tertentu.






Tabel : Nilai Dari Bukan Penggunaan Langsung Dari Tiap
Kategori Benefit Kebijakan Lingkungan
Kategori benefit Nilai dari bukan penggunaan jasa
eksitensi pilihan Masa depan
Kesehatan manusia Tingkat kematian sakit X
Kondisi kehidupan X
Aliran produksi yang direproduksi X
Stock yang bisa direproduksi X
Stock yang tidak bisa direproduksi X X X
Ekosistem/landscapes X X X

Nilai potensial dari perubahan lingkungan seperti diatas harus bisa diukur dengan menggambarkan nilai ekonomi riil dari kebijaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Ada dua metode utama dalam penelitian benefit dari perubahan lingkungan, yaitu :
a. Metode penilaian non-moneter (non-monetary valuation methods). Berdasarkan metodi ini dampak perubahan lingkungan diukur dengan menggunakan skala pengukuran tertentu sehingga bisa diketahui derajat atau tingkat perubahan lingkungan yang terjadi.
b. Metode penilaian moneter (monetary valuation methods). Metode penilaian moneter ini ialah metode yang menilai efek dari perubahan kualitas lingkungan dengan nilai uang dengan menggunakan metode-metode penilaian ekonomi yang telah dikembangkan.

C. METODE VALUASI CONTINGEN
Metode valuasi contingen (MVC) adalah teknik survey untuk menyakan penduduk tentang nilai atau harga yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak dimiliki seperti pasar seperti barang lingkungan, jika pasarnya betul-betul tersedia atau jika ada cara-cara pembayaran lain seperti pajak diterapkan. Secara prinsip, metode ini memiliki kemampuan untuk diterapkan dalam menilai keuntungan dari penyediaan barang lingkungan pada lingkup masalah lingkungan yang luas dan juga mampu menentukan pilihan estimasi harga pada kondisi ketidakmenentuan (uncertainly).
Asumsi dasar dari MVC adalah sebagai berikut :
1) Bahwa individu-individu memahami benar pilihan-pilihan yang ditawarkan pada mereka dan bahwa mereka cukup familiar atau tahu kondisi lingkungan yang dinilai.
2) Bahwa apa yang dikatakan orang adalah sungguh-sungguh apa yang akan mereka lakukan jika pasar untuk barang lingkungan itu benar-benar terjadi.

1. Beberapa Faktor Penting dalam STUDI MVC
Untuk mendapatkan penilaian keuntungan yang objektif dengan menggunakan MVC maka harus diperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap hasil akhir penelitian.
a) Penentuan Populasi dan Objek yang Dinilai
Objek yang diteliti haruslah didefinisikan dengan jelas untuk menggambarkan isu kebijaksanaan yang akan diteliti atau dikaji. Studi yang benar harus memaparkan secara detail tentang sumberdaya atau perubahan kualitas lingkungan yang akan dinilai. Tidak hanya dibutuhkan diskripsi verbal tetapi juga ditambah photo, grafik, dan peta.
b) Desain dan Bentuk Daftar Pertanyaan
Daftar pertanyaan harus didesain agar bisa memberikan hasil yang memuaskan dimana transaksi bila dilaksanakan dengan semestinya. Untuk menjamin terdektesinya nilai transaksi yang sebenarnya maka daftar pertanyaan harus didesain sehingga menggambarkan tiga unsur sebagai berikut :
- Deskripsi tentang perubahan lingkungan
Perubahan lingkungan diartikan sebagai deskripsi tentang referensi dan target dari masing-masing atrubut yang bernilai tersebut. Sejauh mana perubahan lingkungan itu terjadi, pada periode mana perubahan itu terjadi, dan kemungkinan bahwa perubahan itu terjadi harus juga dijelaskan.
- Deskripsi tentang metode pembayaran
Nilai uang dari perubahan lingkungan itu meliputi nilai pengguna langsung dan bukan pengguna langsung. Lalu nilai ini diterjemahkan dalam cara pembayaran mislanya dalam bentuk pajak, namun cara pembayaran ini bisa berpengaruh terhadap besarnya nilai yang diberikan responden, sehingga timbul apa yang disebut bias bentuk pembayaran.
- Deskripsi tentang pasar hipotesis
Karena transaksi uang terjadi dalam konteks sosial, sehingga perlu dibuat atau disusun pasar hipotesis jika transaksi itu bisa terjadi.oleh karena itu pasar ini harus pula disusun pasar hipotesis jika transaksi itu bisa terjadi.
c) Metode Bertanya
1) Metode Tawar-Menawar (MTM). Bentuk pelaksanaan metode ini adalah dengan ini menanyakan resonden apakah dia mau membayar sejumlah uang tertentu yang diajukan sebagai titik awal.
2) Metode Pertanyaan Terbuka (MPT). Metode ini dilakukan dengan menanyakan langsung kepada responden berapa jumlah maksimum uang yang ingin dibayar terhadap perubahan lingkungan.
3) Metode Kartu Pembayaran (MKP). Metode ini menawarkan responden suatu kartu yang terdiri dari nilai kemauan untuk membayar dalam mana dia bisa memilih nilai maksimum yang sesuai dengan preferensinya.
4) Metode Pertanyaan Pilihan Dikotomi (MPPD). metode dengan memberikan uang responden jumlah uang tertentu (jumlah tawaran) dan ditanyakan apakah responden mau membayar atau tidak untuk memperoleh peningkatan lingkungan tertentu.
5) Metode Rangking Contingen (MRC). Metode ini responden tidak ditanyakan langsung berapa besar nilai yang ingin dibayar untuk perubahan lingkungan, tetapi disodorkan rangking dari kombinasi kualitas lingkungan yang berbeda dari nilai moneternya.




Tabel : Kelebihan dan Kelemahan Kelima Metode Penelitian Nilai KUMB
MPT MTM MKP MPPD MRC
Penerapan W/T/P W/T W/P W/T/P W/T/P
Kesesuaian Rendah Menengah Menengah Tinggi Tinggi
Kemungkinan bias Tidak Ya Ya Ya Ya
Kesulitan estimasi Tidak Tidak Tidak Ya Ya
Kompatibel Tidak Tidak Tidak Ya Ya
Catatan : W = wawancara langsung ; T = melalui telepon ; P = melalui pos

d) Ketersediaan Data Penunjang
Dalam mempersiapkan penelitian dengan menggunakan MVC dibutuhkan data penunjang yang lengkap. Keputusan responden untuk memberikan ketersedian atau tidaknya terhadap pertanyaan tentang kemauan untuk membayar serta besarnya nilai yang diberikan tergantung pada faktor lain yang harus ikut dipertimbangkan.
e) Analisa Data
Analisa data merupakan unsur penting dalam penelitian dengan MVC.
2. Kelebihan dan Kelemahan MVC
Kelebihan :
• Pada umumnya para peneliti sepakat bahwa reablitas estimasi MVC bisa ditingkatkan
dengan pegujian pendahuluan yang hati-hati, dengan memberikan kesempatan kepada responden untuk berfikir tentang objek yang diteliti.
• Dalam kaitannya dengan isu varian sampel, jalan keluar yang umum adalah dengan memperbesar sampel, sedangkan isu yang berkaitan dengan instrumen, jalan keluarnya adalah membuat suatu skenario VC yang berarti, masuk akal dan realistik.
Kelemahan :
• Bisa terjadi bias, bias terjadi karena peneliti mendesain skenario yang tidak benar dari titik tolak teori atau fakta situasi yang diketahui.


3. Potensi Kelemahan Estimasi dalam MVC
• Kesalahan Hipetesis. Kesalahan hipotesis adalah perbedaan antara pembayaran hipotesis dengan prilaku responden sebenarnya.
• Kesalahan Strategi. Kesalahan strategi ini terjadi jika responden merasa bahwa dia bisa mempengaruhi hasil akhir dari nilai ekonomi perubahan lingkungan, sehingga dia tidak menawarkan nilai yang sebenarnya.
• Kesalahan Informasi. Kurangnya informasi yang berkaitan dengan sumberdaya yang dinilai bisa mempengaruhi nilai yang diberikan, bisa jadi nilai lebih rendah atau sebaliknya.
• Kesalahan titik awal. Kesalahan ini terjadi pada penggunaan pendekatan tawar-menawar. Kesalahan muncul ketika responden diberikan suatu nilai awal tertentu, dan responden disuruh untuk menaikkan atau menurunkan nilai itu, dan pada sisi lain responden tidak yakin akan nilai yang dia berikan karena dipengaruhi oleh nilai awal tadi.
• Kesalahan alat. Kesalahan ini muncul dimana responden tidak memberikan nilai karena mereka tidak setuju dengan cara atau metode yang dipakai untuk memperoleh nilai yang ditawarkan.

D. METODE ESTIMASI NILAI LINGKUNGAN LAINNYA
a. Metode Dosis-Respon (MDR)
Metode Dosis-Respon (MDR) ini berdasarkan pada gagasan bahwa bagi kebanyakan aktifitas, kualitas lingkungan bisa dianggap sebagai suatu faktor produksi.
Metode ini terdiri dari dua langkah :
• Mengestimasi hubungan antara dosis dan respon yaitu antara tingkat polusi dan beberapa dampaknya terhadap bahan-bahan tertentu.
• Perubahan dalam respon yang disebabkan oleh kebijaksanaan lingkungan, harus ditejemahkan kedlam efek ekonominya. Tahap kedua ini menisyaratkan pengetahuan tentang beberapa hal yaitu dampak peningkatan kualitas lingkungan terhadap biaya produksi, kondisi suplai terhadap output dan kurva perminyaan yang terkait dengan kegiatan yang terlibat.

Kelebihan metode ini :
• Metode ini bisa diterapkan pada kasus-kasus dimana orang tidak sadar terhadap dampak yang disebabkan oleh polusi.
• MDR merupakan metode pengukuran benefit yang sulit dan menjadi perhatian pembuat kebijaksanaan.

Kelemahan metode ini :
1. Metode ini data harus memuaskan dan lengkap. Sebagi contoh, adalah sulit untuk
• Memperkirakan fungsi efek dosis diakibatkan oleh hubungan yang sinergistik.
• Merancang model dan keragaman respon oleh produsen diakibatkan oleh kegiatan sikap mencegah atau menghindar.
• Untuk memasukkan efek dari output dan harga, dengan dibutuhkan data seperti ini, peneliti biasanya tidak melaksanakan langkah kedua dari metode ini. Sebagai jalan pintas, mereka menghitung harga pasar dikalikan dengan perubahan dalam kuantitas.
• Jika nilai tidak langsung atau nilai dari bukan pengguna adalah cukup tinggi, maka metode ini menyebabkan estimasi yang terlalu rendah terhadap keuntungan dari kebijaksanaan lingkungan.

b. Metode Harga Hedonik (MHH)
Lingkup penerapan MHH ini relatif terbatas misalnya keuntungan dari adanya fasilitas rekreasi/kesenanangan yag diperoleh penghuni lokasi tertentu karena peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya. Metode ini didasarkan pada gagasan bahwa barang pasar menyediakan pembeli dengan sejumlah jasa, yang beberapa diantaranya bisa merupakan kualitas lingkungan.

Metode ini terdiri dari dua tahap :
• Nilai koefisien dari variabel-variabel jasa dipakai untuk menggambarkan tingkat keinginan relatif dari variabel-variabel tersebut. Dengan menghitung turunan dari fungsi ini dengan berpatokan pada karakteristik lingkungan yang dikehendaki menghasilkan informasi tentang jumlah uang yang ingin dibayar oleh individu bagi pengurangan marjinal dalam polusi udara. Informasi ini lalu secara implisit dipandang sebagai harga polusi udara.
• Harga polusi udara di atas digunakan utuk menghitung atau mengestimasi fungsi permintaan. Harus dicatat bahwa pada tahap ini menunjukkan suatu fungsi harga hedonik yang tidak linear daam karakteristik lingkungan. Tahap kedua ini boleh dikatakan cukup untuk mengestimasi keuntungan dari peningkatan kualitas lingkungan.

Kelebihan :
Hasil perhitungan benefit yang diperoleh berdasarkan tingkah laku pasar yang diteliti. Akibatnya, banyak ahli ekonomi yang telah memperlakukan metode ini adalah lebih akurat dari hasil survey.

Kelemahan :
• Harga yang tersedia harus valid.
• Tidak mampu untuk menilai perubahan fasilitas lingkungan yang potensial atau untuk mendapatkan pilihan estimasi harga dengan terdapatnya ketidakmenentuan.
• Tidak mengestimasi nilai eksistensi atau pengkuran kesejahteraan yang didasarkan pada surplus konsumen model marhall.

c. Metode Biaya Perjalanan
MBP ini dilakukan dengan menggunakan informasi tentang jumlah uang yang dikeluarkan dan waktu yang digunakan orang untuk mencapai tempat rekreasi untuk mengestimasi besarnya nilai benefit dari upaya perubahan kualitas lingkungan dari tempat rekreasi yang dikunjung. Model yang mendasari metode penilaian ini yaitu dengan beranggapan bahwa orang akan melakukan perjalanan berulang-ulang ke tempat rekreasi tersebut sampai pada titik dimana nilai marjinal dari perjalanan terakhir bernilai sama dengan jumlah uang dan waktu yang dikeluarkan untuk mencapai lokasi terebut.

Metode ini terdiri dari dua tahap :
• Tahap pertama, jumlah kunjungan ke lokasi rekreasi diregresi dengan biaya perjaanannya, biaya perjalanan pada lokasi alternatif, pendapatan rumah angga dan satu set preferensi dan variabel tingkah laku.
• Tahapa kedua, nilai lokasi rekreasi diperoleh dengan menghitung daerah dibawah kurva perjalanan/kunjungan, diatas biaya perjalanan rata-rata.
Jika kualitas lingkungan dari lokasi rekreasi meningkat, ini akan mengakibatkan dalam suatu perubahan fungsi permintaan lokasi rekreasi itu pada sebelah kanan.


Kelebihan :
• Hasil perhitungan benefit berdasarkan tingkah laku pasar yang diteliti.
Kelemahan :
• Biaya perjalanan yang dipakai haruslah valid. Sedangkan dalam kenyataannya, adalah sulit untuk mengestimasi dengan tepat, karena misalnya kekurangan informasi tentang lokasi, berapa tingkat kesenangan yang diperoleh, dan sebagainya
• Biaya kesempatan harus dimasukkan dalam perhitungan.
• Teori ekonomi gagal untuk menjelaskan hubungan antara jumlah kunjungan dan biaya perjalanan. Hal ini bisa menjadi persoalan yang serius, karena MBP hanya berdasarkan pada ketegasan garis regresi pada satu set data yang dikumpulkan.

Disamping kelemahan-kelemahan di atas metode ini memiliki potensi masalah yang menyangkut sisi metodologis dan praktisnya, yaitu sebagai berikut :
• Untuk tampil dengan benar, metode ini mensyaratkan jumlah data yang besar sehingga menjadi sangat mahal.
• Uang yang dikeluarkan akan bertambah jika tujuan perjalanan bukan hanya ke tempat rekreasi tersebut. Sehingga uang yang dikeluarkan dibagi dengan tujuan lainnya tersebut.
• Kurva permintaan yang diestimasi hanya dari orang-orang yang betul-betul berkunjung ke tempat itu.
• Adalah sangat sulit untuk menemukan suatu indikator kualitas yang cocok.
• Metode ini terbatas baik dalam aspek kelengkapan maupun aspek keseluruhan cakupan karena tidak menghitung nilai bukan pengguna langsung tempat rekreasi tersebut.

d. Metode Prilaku Mencegah
MPM ini menilai kualitas lingkungan berdasarkan pada pengeluaran untuk mengurangi atau mengatasi efek negatif dari polusi.

Kelebihan :
• Pengukuran benefit yang dihasilkan berdasarkan karakteristik pasar uang diselidiki.

Kelemahan :
• Membutuhkan data yang memuaskan atau rumit.
• Metode ini tergantung pada asumsi yang tidak bisa dijelaskan/dianalisa dengan tepat yang berkaitan dengan spesifikasi fungsi utilitas orang yang diteliti.


E. STUDI KOMPARATIF METODE ESTIMASI NILAI LINGKUNGAN

Hoevenage menganalisa dan membandingkan secara kritis tentang metode yang diuraikan diatas. Beliau membandingkan metode-metode tersebut berdasarkan dua kriteria utama yaitu kemampuan penerapannya secara teknis dan kemampuan praktisnya. Kemampuan secara teknis diukur dengan dua parameter utama yaitu validitas dan reliabilitas dan kelengkapan cakupannya.
Dilihat dari aspek kelengkapan cakupannya, MVC adalah superior dibandingkan dengan metode yang lain. Dalam hal ini, MVC bisa mengukur baik nilai penggunaan dan nilai dari bukan pengguna langsung, sedangkan metode lain hanya mengukur nilai pengguna saja.
Dilihat dari lingkup penerapannya, maka MVC memiliki kemampuan yang besar untuk mengestimasi benefit lingkungan dari berbagai segi dan sangat populer dikalangan para peliti ekonomi lingkungan. Sedangkan MDR selama ini baru diterapkan pada beberapa kasus yang berkaitan dengan polusi. Dan MHH sudah diterapkan pada kasus-kasus/seperti kualitas udara dan air, ketenangan dan pemburuan hewan liar. Sedangkan MBP diterapkan khususnya pada kasus-kasus rekreasi dan kegiatan terkait.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger