Home » » Etika Dan Lingkungan Sosial

Etika Dan Lingkungan Sosial

Written By Haris Ahmad on Saturday, May 15, 2010 | 2:01 PM


Diterjemah dan disunting dari lembar presentasi Charlie Cook yang diterbitkan Houghton Mifflin Company
Objek Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini anda harus mampu untuk :
  • Memahami yang dimaksud etika manajerial, mengetahui tiga wilayah etika khusus yang harus diperhatikan seorang manajer, dan bagaimana perubahan organisasi
  • Mengetahui konsep tanggungjawab sosial dan menjabarkan untuk apa dan siapa organisasi semestinya bertanggungjawab
  • Menjelaskan hubungan antara pemerintah dan organisasi menyangkut tanggungjawab sosial yang diembannya.
Ringkasan Pembelajaran
  • Etika Individual dalam Organisasi
o Etika Manajerial
o Etika Berorganisasi
o Memanej kebiasaan beretika
  • Tanggungjawab Sosial dan Organisasi
o Wilayah dari tanggungjawab social
o Pendapat yang mendukung dan melawan tanggungjawab sosial
o Usaha yang dilakukan organisasi menyangkut tanggungjawab sosial
  • Pemerintah dan Tanggungjawab Sosial
o Bagaimana pemerintah mempengaruhi organisasi
o Bagaimana organisasi mempengaruhi pemerintah
  • Memanej Tanggungjawab Sosial
o Sudut pandang organisasi formal
o Sudut pandang organisasi informal
o Mengevaluasi tanggungjawab sosial

Etika Individu dalam Organisasi
Etika, keyakinan pribadi individual menyangkut apa yang benar dan salah, juga apa yang baik dan buruk
Perilaku Etis, 
perilaku ini tergantung dari sudut mana pelaku yang bersangkutan melihatnya. Bagaimanapun, perilaku ini mengacu pada kebiasaan yang sesuai dengan norma-norma sosial yang umum berlaku.Masalah sering kali muncul ketika dalam situasi tertentu menimbulkan banyak interpretasi yang berbeda.
Contoh perilaku yang tidak etis :
  • Mengambil barang kantor untuk keperluan pribadi, atau membolos saat jam kerja
  • Memalsukan pengisian laporan keuangan (korupsi)

Etika Manajerial
Tiga wilayah dasar yang harus diperhatikan dalam etika manajerial adalah bentuk hubungan perusahaan kepada karyawannya, bentuk hubungan antara karyawan kepada perusahaan, dan bentuk hubungan perusahaan kepada agen-agen ekonomi yang lain.
Etika dalam Organisasi
Memanej perilaku etis :
  • Harus dimulai dari pimpinan manajerial yang mampu menciptakan budaya orgaisasi dan mampu membedakan kebiasaan apa yang harus diterapkan atau tidak boleh diterapkan
  • Melakukan pelatihan menyangkut kemampuan mengatasi berbagai masalah etika yang terjadi
  • Menciptakan aturan tertulis menyangkut kode etikSebuah aturan tertulis formal yang mengandung nilai dan standart etika yang menjadi penduan gerak organisasi
  • Memperhatikan hal-hal yang menyangkut masalah pribadi
    • Kebiasaan dan kepekaan hati nurani
    • Hal-hal yang menyangkut prifasi
Memberikan Penilaian tentang Etika
Contoh yang dapat dilakukan untuk memuntuskan sesuatu etis dan tidak dalam mengambil keputusan
  • Mengumpulkan informasi berupa fakta yang relevan dengan permasalahan
  • Mampu memilih mana nilai-nilai yang paling cocok yang bisa digunakan
  • Membuat penilaian berdasar aturan benar atau salah saat hendak mengambil suatu tindakan yang diperlukan atau membuat kebijakan
Norma Etika yang mempengaruhi tindakan
  • Asas Manfaat – melakukan tindakan yang terbaik untuk mematuhi aturan-aturan yang ada
  • Asas Penghargaan terhadap Hak – menghargai hak dari siapapun yang terlibat dalam organisasi
  • Asas Keadilan – melakukan sesuatu dengan menjunjung apa yang diyakini adil
  • Asas Kepedulian – Bertindak dengan mempedulikan rasa tanggungjawab atas sesama

Organisasi dan Tanggungjawab Sosial
Kepedulian Sosial yang dimaksud di sini adalah bentuk-bentuk perhatian (yang akhirnya menimbulkan rasa tanggungjawab) organisasi untuk melindungi dan memperdulikan keadaan sosial di sekitarnya
Bidang-bidang dalam tanggungjawab sosial antara lain :
  • Jaringan Kerja – pekerja, konsumen, investor
  • Lingkungan Sekitar – Memperhatikan kriteria produk yang sensitif diterima lingkungan, daur ulang, keamanan dan kenyamanan publik
  • Kehidupan Sosial secara Umum – Melakukan donasi, mendukung isu-isu sosial seperti pekerja di bawah umur dan HAM
Sikap Terhadap Tanggungjawab Sosial
  • Obtructionist Stance ( Memposisikan diri tidak peduli)Mencoba berperan sesedikit mungkin dalam masalah sosial dan lingkungan
  • Defensif Stance ( Memposisikan diri bertahan)
    Berbuat hanya karena keharusan atau hukum, tidak lebih dari itu
  • Accomodative Stance ( Bersikap Akomodatif )Menggunakan kebijaksanaan dalam melakukan tibdak sosial dan memilahnya berdasar prioritas dalam kasus-kasus tertentu
  • Proactive Stance ( Bersikap Proaktif)Organisasi merasa sebagai bagian dari masyarakat dan melalui komunikasi timbal-balik dengan masyarakat memberikan apa yang diperlukan oleh lingkungan sosialnya.
Memanej Tanggungjawab Sosial
(
sudut pandang organisasi formal)
  • Pertimbangan HukumMencoba sebisa mungkin untuk mematuhi hukum yang berlaku baik hukum lokal, peraturan daerah, hukum negara maupun hukum internasional
  • Pertimbangan EtisMencoba sebisa mungkin membuat organisasi dan semua pihak di dalamnya menghormati dan tidak melanggar norma-norma sosial maupun adat yang ada di sekitarnya
  • Pemberian SosialMemberikan sumbangan dana maupun bentuk pemberian yang lain sebagai wujud kepedulian ketika ada suatu pengalangan dana sosial atau kegiatan-ketiatan sosial yang lain.
Memanej Tanggungjawab Sosial
(
sudut pandang organisasi non-formal)
  • Budaya dan Kepemimpinan OrganisasiPraktek kepemimpinan dan budaya sebuah organisasi secara alami mampu memilah bentuk-bentuk tanggungjawab sosial organisasi dan masing-masing anggota di dalamnya
  • Sinyal PelanggaranKepekaan anggota organisasi dalam menyibak adanya sinyal pelanggaran hukum atau pelanggaran etika yang terjadi dalam tubuh organisasi menunjukkan tingkat tanggungjawab sosial pada organisasi.
Mengevaluasi Tanggungjawab Sosial
  • Konsep PengawasanEvaluasi berfungsi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terjadi berkaitan dengan hukum dan etika yang berlaku atas fungsi sosial organisasi, yang antara lain :
o Adakah sebuah organisasi memiliki inisiatif yang responsif dalam menanggapi suatu kejadian sosial ?
o Apakah ada hukuman atau sangsi yang diterima organisasi karena melanggar ?
o Apakah ada penghianatan atau pengelabuan organisasi pada lingkungan sasialnya ?
  • Analisa Tanggungjawab Sosial PerusahaanAnalisa terhadap tingkat tanggungjawab sosial suatu perusahaan ditentukan dari cara yang diterapkan oleh pimpinan manajerial yang ada. Organisasi dituntut dapat memilah sasaran sosial dengan baik, mengukur kemampuan sumberdayanya, menempuh cara yang terbaik untuk mencapai tujuan sosialnya, dan membuat rekomendasi pada wilayah-wilayah sosial yang memerlukan perhatian khusus.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger