Home » » Jenis-Jenis Rasio Laporan Keuangan

Jenis-Jenis Rasio Laporan Keuangan

Written By Haris Ahmad on Tuesday, May 11, 2010 | 2:08 PM

1. Rasio Aktivitas (Activity Ratios), rasio untuk mengukur efektivitas operasi
perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber dana yang ada. 
(1) Perputaran Persediaan yaitu pembagian antara harga pokok peujualan dengan rata-rata persediaan, 
(2) Rata-rata Pengumpulan Piutang, pada rasio ini ada dua langkah yang harus dilakukan yakni (a) Mencari rata-rata penjualan per hari yaitu dengan cara pembagian penjualan dengan 360 hari. (b) Mencari rata-rata pengumpulan piutang yaitu dengan cara pembagian antara piutang dengan rata-rata penjualan per hari. 
(3) Perputaran aktiva tetap yaitu dengan cara pembagian antara penjualan dengan aktiva bersih tetap. 

(4) Perputaran total aktiva yaitu dengan cara peinbagaian antara penjualan dengan total aktiva
2. Rasio Utang (Leverage Ratios), rasio ini mengukur seberapa besar operasi
perusahaan dibiayai dari utang. 

3. Rasio Pengungkit/leverage. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan.

4. Rasio Likuiditas yaitu kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.
current Ratio = Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar
5. Rasio solvabilitas Bertujuan mengukur kemampuan bank dalam memenuhi hutang-hutangnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Debt to Equity ratio = Total Kewajiaban
Modal Sendiri
6. Rasio Keuntungan (Profitability Ratios), rasio untuk mengukur efektivitas operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. 

7. Rasio Penilaian (Valuation Ratios), rasio untuk mengukur kemampuan manajemen untuk menciptakan nilai pasar agar melebihi biaya modalnya.

8. Rasio neraca (balance sheet ratios), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya rasio lancar (current ratio) dan rasio tunai (quick ratio).

9. Rasio Pertumbuhan (Growth Ratios), rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam persaingan dengan perusahaan lain pada industri yaug sama.Rasio pertumbuhan ditentukan dengan membagi jumlah tahun bersangkutan dengan jumlah pada tahun dasar, dimana tahun dasar dianggap sebagai 100 %.

10. Rasio laporan laba rugi (income statement ratios), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan perhitungan laba rugi.

11. Rasio antar laporan (intern-statement ratios), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan laporan laba rugi

12. Leverage (Debt) Ratio
Semakin tinggi proporsi debt relatif terhadap ekuitas meningkatkan risiko perusahaan.
Sebagaimana rasio lainnya faktor industri dan ekonomi sangat mempengaruhi, baik tingkat debt maupun sifat debt (jatuh tempo dan tingkat bunga tetap dan variabel). 
13. Rasio rentabilitas, bertujuan mengukur kemampuan perusahaan baik didalam menghasilkan laba atas sejumlah modal dan aktiva yang dimilikinya, serta dapat dinilainya tingkat efisiensi penggunaan modal dan aktiva tersebut.

14. Rasio Profitabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. 

15. Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio), Devidend Yield, Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)

16. Working Capital Ratio
Konsep modal kerja atau operasi ini didasarkan atas klasifikasi aset dan liabilities dalam
bentuk kategori lancar dan tidak lancar. 
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger