Home » » Italia bertukuk lutut pada slowakia (2-3)

Italia bertukuk lutut pada slowakia (2-3)

Written By Haris Ahmad on Friday, June 25, 2010 | 10:31 AM

Robert Vittek
Italia, juara Piala Dunia 2006, gagal mencapai babak kedua Piala Dunia 2010 Afrika Selatan setelah dikalahkan Slowakia 3-2 dalam laga di Ellis Park Stadium.

Slowakia mencetak sejarah; melangkah ke babak kedua kali pertama dalam dua kali keikut-sertaannya di Piala Dunia

Robert Vittek menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol Slowakia. Satu gol lain Slowakia lainnya diabuat Kamil Kopunek. Italia membalas dua gol dalam sepuluh menit lewat Antonio Di Natale dan Fabio Quagliarella.

"Semua salah saya," ujar pelatih Marcello Lippi seperti dikutip Tuttosport.

"Pulang dengan memalukan," demikian judul La Gazzetta dello Sport.

Kegagalan Italia lolos dari babak penyisihan grup ini yang kali pertama sejak 1974. Namun kegagalan ini yang terburuk dalam 54 tahun terakhir.

Di Piala Dunia 1966, saat disingkirkan Korea Utara, Italia masih mencetak satu kemenangan dari tiga laga. Di Piala Dunia 1974, Italia juga masih bisa meraih satu kemenangan dari tiga laga.
Kali ini, Italia dua kali susah payah bermain imbang dan terakhir dikalahkan Slowakia.

Ini merupakan debut Slowakia di Piala Dunia, sebagai negara merdeka sejak Cekoslowakia dibubarkan. Slowakia kini sukses melangkah ke babak kedua sebagai runner up Grup F dengan empat angka.

Bermain dengan beban harus menang, Italia tampil buruk sepanjang babak pertama. Fabio Cannavaro kerap tidak berada di posisi saat timnya diserang. Lini tengah Azzurri tak kreatif membuka pertahanan Slowakia yang dikoordinir Martin Skrtel.

Daniel De Rossi melakukan kesalahan. Umpannya terpotong, dan Vittek melepas tembakan first time menyusur tanah tanpa bisa dicegah Marchetti.

Azzurri berupaya bangkit dan mengejar ketinggalan sebelum laga babak pertama usai, tapi lini tengahnya gampang kehilangan bola, yang membuat pemain Slowakia menekan lewat serangan balik.

Hampir semua peluang Italia dengan mudah digagalkan lini belakang Slovakia. Sedangkan satu upaya Skrtel nyaris membuahkan gol kedua di menit ke-41.

Italia gagal menyamakan kedudukan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua, fans Italia yang hadir di Ellis Park yakin timnya akan bangkit. Namun perbaikan baru terjadi setelah Marcello Lippi memasukkan Andrea Pirlo, dan menarik keluar Riccardo Montolivo.

Perlahan tapi pasti Azzurri menemukan bentuk permainannya, tapi lini belakangnya terlihat rapuh. Alih-alih mengejar ketinggalan, Italia justru kebobolan lagi oleh gol Vittek menit ke-73.

Marek Hamsik melepas tembakan pojok. Chiellini terlambat menjemput bola, dan Vittek memafaatkannya dengan baik.

Kerja keras Italia membuahkan hasil. Menit ke-81, Antonio Di Natale memperkecil ketinggalan.

Gol ini membangkitkan semangat Azzurri untuk menyamakan kedudukan. Mereka nyaris memperolehnya, ketika tembakan Quagliarella menjadi gol. Namun wasit menganulir.

Situsi menjadi kritis ketika Slowakia, lewat pemain penganti Kamil Kaponek, mencetak gol tambahan menit ke-89. Wasit memberi tambahan waktu empat menit, yang membuat Italia masih memiliki kesempatan menyamakan kedudukan.

Slowakia bertahan habis-habisan, dengan banyak membuang bola. Namun Italia masih bisa memanfaatkan waktu tambahan ini untuk mencetak satu gol lagi lewat Quagliarella.

Dua menit berikutnya Slowakia berupaya mempertahankan keunggulannya. Mereka berhasil. Slowakia mencetak sejarah; melangkah ke babak kedua kali pertama dalam dua kali keikut-sertaannya di Piala Dunia

Robert Vittek menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol Slowakia. Satu gol lain Slowakia lainnya diabuat Kamil Kopunek. Italia membalas dua gol dalam sepuluh menit lewat Antonio Di Natale dan Fabio Quagliarella.

"Semua salah saya," ujar pelatih Marcello Lippi seperti dikutip Tuttosport.

"Pulang dengan memalukan," demikian judul La Gazzetta dello Sport.

Kegagalan Italia lolos dari babak penyisihan grup ini yang kali pertama sejak 1974. Namun kegagalan ini yang terburuk dalam 54 tahun terakhir.

Di Piala Dunia 1966, saat disingkirkan Korea Utara, Italia masih mencetak satu kemenangan dari tiga laga. Di Piala Dunia 1974, Italia juga masih bisa meraih satu kemenangan dari tiga laga.
Kali ini, Italia dua kali susah payah bermain imbang dan terakhir dikalahkan Slowakia.

Ini merupakan debut Slowakia di Piala Dunia, sebagai negara merdeka sejak Cekoslowakia dibubarkan. Slowakia kini sukses melangkah ke babak kedua sebagai runner up Grup F dengan empat angka.

Bermain dengan beban harus menang, Italia tampil buruk sepanjang babak pertama. Fabio Cannavaro kerap tidak berada di posisi saat timnya diserang. Lini tengah Azzurri tak kreatif membuka pertahanan Slowakia yang dikoordinir Martin Skrtel.

Daniel De Rossi melakukan kesalahan. Umpannya terpotong, dan Vittek melepas tembakan first time menyusur tanah tanpa bisa dicegah Marchetti.

Azzurri berupaya bangkit dan mengejar ketinggalan sebelum laga babak pertama usai, tapi lini tengahnya gampang kehilangan bola, yang membuat pemain Slowakia menekan lewat serangan balik.

Hampir semua peluang Italia dengan mudah digagalkan lini belakang Slovakia. Sedangkan satu upaya Skrtel nyaris membuahkan gol kedua di menit ke-41.

Italia gagal menyamakan kedudukan sampai babak pertama usai.

Di babak kedua, fans Italia yang hadir di Ellis Park yakin timnya akan bangkit. Namun perbaikan baru terjadi setelah Marcello Lippi memasukkan Andrea Pirlo, dan menarik keluar Riccardo Montolivo.

Perlahan tapi pasti Azzurri menemukan bentuk permainannya, tapi lini belakangnya terlihat rapuh. Alih-alih mengejar ketinggalan, Italia justru kebobolan lagi oleh gol Vittek menit ke-73.

Marek Hamsik melepas tembakan pojok. Chiellini terlambat menjemput bola, dan Vittek memafaatkannya dengan baik.

Kerja keras Italia membuahkan hasil. Menit ke-81, Antonio Di Natale memperkecil ketinggalan.

Gol ini membangkitkan semangat Azzurri untuk menyamakan kedudukan. Mereka nyaris memperolehnya, ketika tembakan Quagliarella menjadi gol. Namun wasit menganulir.

Situsi menjadi kritis ketika Slowakia, lewat pemain penganti Kamil Kaponek, mencetak gol tambahan menit ke-89. Wasit memberi tambahan waktu empat menit, yang membuat Italia masih memiliki kesempatan menyamakan kedudukan.

Slowakia bertahan habis-habisan, dengan banyak membuang bola. Namun Italia masih bisa memanfaatkan waktu tambahan ini untuk mencetak satu gol lagi lewat Quagliarella.

Dua menit berikutnya Slowakia berupaya mempertahankan keunggulannya. Mereka berhasil.



Susunan Pemain

SLOWAKIA: Jan Mucha, Jan Durica, Martin Skrtel, Radoslav Zabavnik, Peter Pekarik, Zdeno Strba/Kamil Kopunek, Juraj Kucka, Robert Vittek, Marek Hamsik, Erik Jendrisek, Miroslav Stoch,

ITALIA: Federico Marchetti, Giorgio Chiellini, Fabio Cannavaro, Domenico Criscito/Christian Maggio, Gianluca Zambrotta, Daniele De Rossi, Gennaro Gattuso/Fabio Quagliarella, Riccardo Montolivo/Andrea Pirlo, Antonio Di Natale, Vincenzo Iaquinta,


ITALIA

Federico Marchetti - 6
Tegang sepanjang pertandingan akibat pertahanan yang buruk, tapi hanya melakukan sedikit upaya untuk mencegah terjadinya gol.

Gianluca Zambrotta - 5
Tidak terlihat Zambrotta yang sesungguhnya.

Fabio Cannavaro - 4
Inilah performa terburuk di akhir karier sang pahlawan Italia di Piala Dunia 2006. Sering kehilangan posisi, dan kesulitan menutup serangan.

Giorgio Chiellini - 3

Dia gagal mencegah Vittek menembak ke gawang, terlalu sering meninggalkan posisinya. Chiellini membuat semua orang tercengang, betapa buruknya dia bermain.

Domenico Criscito - 5
Lippi cukup tepat menariknya keluar, dan memasukan Maggio. Ia memang tidak banyak melakukan sesuatu untuk membuat timnya keluar dari tekanan.

Gennaro Gattuso - 6

Cukup bagus bermain di lapangan tengah, tapi harus dikorbankan untuk memberi tempat kepada Fabio Quagliarella.

Daniele de Rossi - 5
Bermain terlalu ke bawah, umpannya buruk, dan melakukan kesalahan yang membuat Vittek mencetak gol pertama.

Ricardo Montolivo - 4
Di dua laga sebelumnya Montolivo tampil luar biasa. Kali ini ia memperlihatkan permainan terburuknya. Ia tidak cukup bagus memainkan peran Pirlo.

Simone Pepe - 4
Pepe kesulitan berkreasi, dan tidak bisa membantu lini tengah, dan menekan pertahanan Slovakia. Namun ia memperoleh satu peluang untuk menyelamatkan muka Azzurri.

Antonio di Natale - 6
Yang mencetak gol hiburan untuk timnya, tapi gagal memanfaatkan peluang lainnya.

Vincenzo Iaquinta - 4
Ia tampil mengecewakan sebagai striker tunggal. Membuang beberapa peluang, dan entah apa lagi.


Pemain Pengganti


Christian Maggio - 5
Gagal menjalankan tugasnya menutup jantung pertahanan.

Fabio Quagliarella - 7
Ia terlihat kelelahan setelah berada di lapangan, tapi masih bisa membuat satu gol.

Andrea Pirlo - 5.5
Italia sangat kehilangannya. Saat dia masuk lapangan, rekan-rekannya terlihat lebih percaya diri. Sayang dia tidak bisa mempengaruhi jalannya pertandingan.


SLOVAKIA


Jan Mucha - 6
Dia berupaya mencegah gol Quagliarella, tapi gagal. Tembakan itu memang berkelas, dan Mucha tak bisa disalahkan.

Peter Pekarik - 7.5
Bermain tanpa takut di lini belakang, dan memberi dukungan penuh di sayap kanan.

Martin Skrtel - 7
Nyaris mencetak gol bunuh diri akibat panik, tapi beberapa kali melakukan penyelamatan dengan memblok tembakan pemain Italia.

Jan Durica - 7
Nyaris tanpa cela di jantung pertahanan Slowakia.

Radoslav Zabavnik - 8
Ia sangat mengesankan, terutama ketika memotong umpan, dan menahan serangan lawan.

Marek Hamsik - 7

Ia berlari sepanjang laga, dan menciptakan ruang untuk rekan-rekannya. Namun ini bukan performa terbaik yang diperlihatkan.

Zdeno Strba - 8
Nyaris mencetak gol lewat tembakan jarak jauh di babak pertama. Strba paling banyak disebut komentator karena dominan di lini tengah. Ia membuat Gattuso jengkel.

Juraj Kucka - 7

Memberikan assist manis untuk gol pertama Vittek.

Miroslav Stoch - 6
Pekerja keras, tapi membuang peluang di menit-menit awal.

Robert Vittek - 9
Inilah pahlawan Slovak. Ia mencetak dua gol, yang membuatnya menjadi top scorer bersama Higuain. Ia benar-benar mampu memanfaatkan pertahanan Italia yang buruk.

Erik Jendrisek - 5
Tidak banyak yang dilakukan Jendrisek. Sestak mungkin pilihan terbaik. Namun, siapa di Slovakia yang mengeluhkan performanya.


Pemain Pengganti


Kamil Kopunek - 7
Ia mencetak gol ketika kali pertama menyentuh bola. Caranya menipu Marchetti membuat sakit hati publik Italia. Lebih penting lagi, gol yang dibuatnya sangat vital, karena Italia bisa membalas dengan dua gol.

Stanislav Sestak
Tak punya banyak waktu.

Martin Petras
Tak punya banyak waktu.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger