Home » » Jerman Paksa Inggris Angkat Koper (4-1)

Jerman Paksa Inggris Angkat Koper (4-1)

Written By Haris Ahmad on Monday, June 28, 2010 | 3:02 PM




Peperangan itu akhirnya dimenangkan Jerman. Dalam babak 16 besar PD 2010 yang berlangsung di Free State Stadium, Bloemfontein, Minggu (27/6) sore waktu setempat, Tim Panser menggilas musuh seterunya Inggris dengan skor menyolok 4-1 (2-1).

Dua gol kemenangan Jerman diborong Thomas Mueller. Dua gol lainnya dihasilkan Miroslav Klose dan Lukas Podolski. Sementara, satu-satunya gol balasan Tiga Singa tercipta lewat sundulan Matthew Upson. Dengan hasil ini, Jerman lolos ke babak perempat final dan akan berhadapan dengan pemenang laga 16 besar lainnya antara Argentina versus Meksiko yang berlangsung di Soccer City, Johannesburg nanti malam.

Di awal babak pertama, Inggris tampak begitu gugup. Di menit keempat Mezut Ozil mendapat peluang. Mendapat umpan jauh, tendangan bintang muda Werder Bremen ini masih dapat diblok kiper David James. Sampai 15 menit, Jerman mutlak menguasai pertandingan.

Kegugupan para pemain Inggris tampak jelas dan menjadi kunci terjadinya gol pertama Tim Panser di menit ke-20. Berawal dari sepakan jauh kiper Manuel Neuer. Matthew Upson terlambat menyadari jika John Terry tidak mengantisipasi bola. Alhasil, Upson terlambat berduel dengan Miroslav Klose. Dengan dingin, sontekan Klose mengelabui James. 1-0 untuk Jerman.

Inggris kian panik. 10 menit kemudian, Jerman mendapat peluang memperbesar keunggulan. Lewat kerja sama yang manis antara Thomas Mueller dan Sami Khedira, bola disodorkan kepada Klose yang lagi-lagi lolos dari kawalan Upson dan Terry. Beruntung bagi Inggris, tembakan Klose membentur kaki James.

Di menit ke-32, kembali Terry melakukan blunder, membiarkan pergerakan Mueller yang berlari menusuk kotak penalti menyambut umpan Klose. Sadar dengan ruang tembak yang sempit, Mueller menyodorkan bola diagonal kepada Lukas Podolski yang berdiri bebas. Tendangan kaki kiri yang keras dari Podolski tak dapat diblok James. 2-0.

Tertinggal membuat Inggris mulai bangkit. Dua menit kemudian, sontekan Lampard meneruskan crossing James Milner mengenai tangan kiper Neuer. Tiga menit kemudian, Inggris berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat sundulan Upson menyambut umpan lambung Steven Gerrard. Gol yang membangkitkan semangat Tiga Singa.

Beberapa detik kemudian terjadi kontroversi. Bola rebound Defoe yang dikawal Per Mertesacker disambar Lampard di luar kotak penalti. Bola lambung tak mampu dijangkau kiper Neuer, membentur tiang gawang, memantul dan kembali ditangkap Neuer. Para pemain Inggris mengangkat tangan pertanda telah terjadinya gol. Namun, wasit Jorge Larrionda tak bisa memberi putusan menyusul diamnya hakim garis. Skor 2-1 bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, Inggris yang kehilangan momentum mencoba bangkit mengejar ketinggalan. Tujuh menit berlalu, tendangan bebas Frank Lampard hanya membentur mistar gawang. Di menit ke-61, kiper Neuer melakukan save dengan memotong crossing akurat James Milner. Beberapa detik kemudian, giliran Jerome Boateng memblok sepakan Milner di kotak terlarang. Jerman membalas lewat sepakan Bastian Schweinsteiger yang melenceng tipis di kanan gawang James.

Capello mencoba peruntungan dengan memainkan Joe Cole. Namun, justru Inggris kian tertinggal di menit ke-67. Gol ini mutlak akibat kelengahan barisan belakang Inggris mengantisipasi serangan balik cepat ala Tim Panser. Schweinsteiger melakukan akselerasi sendiran dan menyodorkan umpan pada Thomas Mueller yang tanpa kesulitan menjebol gawang James. Skor 3-1.

Tiga menit kemudian, malapetaka bagi Inggris. Lagi, lewat counter-attack yang supercepat gawang James bergetar untuk kali keempat. Kali ini lewat pergerakan Mesut Ozil yang lolos dari kawalan Gareth Barry. Melihat pergerakan Mueller dari second line, Ozil menyodorkan umpan terukur. Tembakan keras Mueller tak dapat ditepis James. Skor berubah menjadi 4-1. Sejak itu, pertandingan dapat dianggap selesai. Inggris hanya mempunyai peluang memperkecil ketinggalan lewat sepakan Gerrard yang ditip Neuer. Sampai peluit akhir, skor tetap 4-1 untuk keunggulan Jerman.

Susunan Pemain:
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm, 3-Arne Friedrich (KK), 17-Per Mertesacker, 20-Jerome Boateng, 13-Thomas Mueller (Piotr Trochowski), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski, 8-Mesut Ozil (Stefan Kiessling), 11-Miroslav Klose (Mario Gomez).
Inggris: 1-David James; 2-Glen Johnson (KK, Shaun-Wright Phillips), 15-Matthew Upson, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 16-James Milner (Joe Cole), 4-Steven Gerrard, 8-Frank Lampard, 14-Gareth Barry; 19-Jermain Defoe (Emile Heskey), 10-Wayne Rooney.
Wasit: Jorge Larrionda (Uruguay).



Jerman Vs Inggris Skor Sementara 4-1




JERMAN

Manuel Neuer - 6
Diuntungkan oleh penolakan FIFA menggunakan goal line teknologi. Inggris harus kecewa kehilangan satu gol.

Arne Friedrich - 7
Dingin, tenang dalam bertahan, dan berpengalaman. Ia menjadi kunci di lini belakang.

Philipp Lahm - 6
Lahm relatif bebas di right-back, karena left-wing Inggris sering kosong. Namun dia tidak berani lebih jauh ke depan.

Per Mertesacker - 8

Tidak ada bola yang lolos dari kepala Mertesacker. Ia membuat Inggris kehabisan akal mengalirkan umpan ke depan.

Jerome Boateng - 7

Dia tidak memperlihatkan tanda-tanda mendapat cedera, meski sempat diragukan bisa bermain. Ia menahan Wayne Rooney agar tak mendekati kotak penalti.

Sami Khedira - 7.5
Siapa lagi yang mengatakan Jerman butuh Ballack, jika Khedira bermain seperti ini? Ia gelandang bertahan, tapi banyak maju ke depan dan bikin Inggris panik. Percaya atau tidak, laga melawan Inggris adalah kali kesembilan Khedira mengenakan kostum Jerman.

Bastian Schweinsteiger - 7
Dialah yang membuat laga tim berkostum putih menjadi indah selama 90 menit. Visi bermainnya, kemampuan passing yang brilian, menjadikan Loew punya alasan memindahkan Schweinsteiger dari sayap ke tengah.

Mesut Ozil (83' off) - 9
Si belia bermain nyaris sempurna. Ia memperlihatkan kepada Capello bagaimana sepakbola indah harus dimainkan. Ia arsite, semua serangan Jerman.

Lukas Podolski - 6.5

Terlihat lucu saat Podolski mencetak gol pada kesempatan pertama. Maklum, mayoritas tembakannya di pertandingan sebelumnya melenceng dari target.

Thomas Muller (72' off) - 9
Bolehlah disebut Mr One Touch Passing. Kontrol bolanya sempurna, dan layak mencetak gol. Betapa berkualitasnya pemain yang satu ini.

Miroslav Klose (72' off) - 7.5
Klose bolah menjadi pheriperal di Bayern. Di timnas, ia masih punya tempat, dan ia memperlihatkannya.


Pemain Pengganti

Mario Gomez (72' on) - 6
Selalu hadir di kotak penalti, dan secara reguler mengancam pertahanan Inggris yang amburadul.

Piotr Trochowski (72' on)
Ia sangat menikmati perannya menahan bola, dan memainkan triangular passes dengan rekan-rekannya.

Stefan Kiessling (83' on)
N/A


INGGRIS


David James - 5.5
Semua gol yang masuk gawangnya seakan terlalu murah. Salahkan saja pemain belakang.

Glen Johnson (87' off) - 7

Johnson yang menyedihkan. Dia bisa bermain melebar, tapi harus selalu mundur ke belakang untuk membantu jantung pertahanan yang rampuh di hampir semua menit.

Ashley Cole - 6.5
Meski sering kehilangan posisi, Cole sering menawarkan opsi menyerang bagi pemain gelandang, dan turun jauh ke belakang.

John Terry - 3
Ia punya tiga partner, tapi selalu mengulang kesalahan. Dia harus berterima kasih kepada dua full-back.

Matthew Upson - 2
Mencetak gol bukan tugas defender yang baik. Ketika ia maju sedikit ke depan Klose melewatinya. Upson seolah sedang tidak berlaga.

Steven Gerrard - 7

Inggris secara alami butuh left winger, selagi Gerard memotong ke tengah. Ia satu-satunya pemain yang mengancam Jerman.

Frank Lampard - 5
Secara virtual tidak melakukan apa-apa sampai golnya dianulir. Lampard sama sekali tidak kreatif. Ia dalah tipe pemain yang tidak bisa membawa form-nya di klub ke timnas.

Gareth Barry - 7
Memainkan peran krusial. Menyediakan dirinya sebagai penutup jantung pertahanan yang buruk dan dieksploitasi Jerman.

James Milner (63' off) - 6
Ia tidak bisa memperlihatkan performanya seperti saat melawan Slovenia. Dengan dia dan Gerrard di sayap, Inggris seolah bermain di lapangan sempit. 

Wayne Rooney - 5
Tak percaya diri saat melepas tembakan, dan mengambil keputusan. Tak mencetak gol sepanjang turnamen. Yang bisa dilakukannya adalah membuat penjaga gawang Jerman bekerja.

Jermain Defoe (71' off) - 5
Ia bukan lagi striker klinis seperti diperlihatkan di Tottenham.


Pemain Pengganti


Joe Cole (63' on) - 6.5
Pemain melebar membutuhkan lebar lapanan, dan mengoyak pertahanan. Cole tidak bisa membuat laga menjadi berbeda.

Emile Hesky (71' on) - 5
Dia bukan pemain yang Capello ingin panggil dan dibawa ke Piala Dunia. Ia tak ubahnya bermain di Divisi I.

Shaun Wright-Phillips (87' on)
N/A
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger