Home » » Selamat Datang di Era USB 3.0!

Selamat Datang di Era USB 3.0!

Written By Haris Ahmad on Monday, June 14, 2010 | 9:42 AM



USB 3.0 adalah pengganti USB 2.0 yang telah lama ditunggu. USB 2.0 sudah sejak hampir satu dasawarsa merupakan interface standar dalam PC dan notebook. Tahun 1996 USB telah dikembangkan sebagai koneksi antar komputer dan perangkat periferial yang praktis. Saat itu masih digunakan koneksi serial dan paralel.

Sukses baru dicapai dengan USB 2.0. Data mengalir dengan kecepatan transfer hingga 480 MBit/detik, perangkat dapat dicabut-pasang saat PC dioperasikan. Dan berkat suplai listrik terintegrasi banyak perangkat seperti USB-flashdisk atau webcam tidak membutuhkan power-supply sendiri.

Satu-satunya kelemahan: Sekarang ini 480 MBit/detik (dalam prakteknya jarang di atas 300 MBit/detik) tidak lagi memadai. Karena itu tahun 2007 Intel menjanjikan USB 3.0 yang selesai November 2008.

USB 3.0 mengatasi masalah ybs: Data mengalir dengan kecepatan hingga 5 GBit/detik – 10 kali lipat USB 2.0. Teknik serupa kini juga tersedia untuk transfer data serial, yang juga digunakan pada interface serial lainnya seperti PCI-Express dan SATA.


Seperti USB 2.0, USB 3.0 juga akan menjadi interface standar dalam semua bidang elektronik – dengan demikian akan digunakan selama beberapa tahun. Namun tidak akan semudah itu bagi USB 3.0:

Secara umum semua kabel akan diupayakan diganti dengan koneksi nirkabel. Standar nirkabel tertentu – seperti WirelessHD untuk transfer content audio dan video HD – saat ini telah mencapai 3 GBit/detik. Tahun-tahun mendatang kecepatan ini akan mengalami banyak peningkatan.

Selain itu Intel yang merupakan kekuatan pendorong di balik semua spesifikasi USB menciptakan saingan sendiri: Tahun ini juga akan keluar sebuah interface optis baru dengan codename ‘Light Peak’ yang menawarkan kecepatan data hingga 10 GBit/detik. Jadi akan menegangkan bagi USB 3.0.



Bila Anda tidak ingin segera membeli mainboard baru, tetapi ingin pindah ke USB 3.0, dibutuhkan sebuah controller-card yang hanya tersedia untuk PCI-Express 2.0 (mulai 30 Euro). Bagi Anda yang tidak memiliki PCIe-slot pada PCnya (angkatan sebelum 2005), tidak perlu berharap pada USB 3.0.

Namun dengan hardware baru pun sering hanya tersedia interface PCIe 1.0. Di sini controller-card memang dapat digunakan, tetapi kecepatan penuh tidak tercapai. Triknya: Masukkan controller-card ke dalam graphic-card PCIe 4x, 8x atau bahkan 16x. Dengan itu Anda mencapai kecepatan penuh.



Walau pun USB 3.0 baru beberapa minggu tersedia di pasaran, harganya tidak mahal. Namun ada pembatasan-pembatasan, sehingga kecepatan penuh SuperSpeed tidak dimungkinkan. Bila Anda senang membeli hardware baru atau menginginkan kecepatan transfer sangat tinggi tanpa SATA, tersedia perangkat-perangkat USB 3.0 pertama yang tidak terlalu mahal.

Bagi pengguna lainnya, lebih baik menunggu: Tak lama lagi (semester ke 2 tahun ini) USB 3.0 akan tersedia pada banyak mainboard dan notebook melalui integrasi ke dalam chipset Intel, nVidia dan AMD. Harddisk eksternal dan USB-flashdisk akan tersedia dengan harga murah dan controller-chip generasi ke 2 tidak perlu lagi menghadapi masalah kecepatan seperti sekarang ini.


Diagram:
Transfer data maksimal



SuperSpeed-port yang baru sepenuhnya kompatibel ke bawah. Selain tingkat kecepatan baru SuperSpeed (5 GBit/detik) juga didukung LowSpeed (hingga 1,5 MBit/detik) dan FullSpeed (hingga 12 MBit/detik) yang telah digunakan pada USB 1.0, HighSpeed (480 MBit/detik) dari USB 2.0 tanpa pembatasan.

Karena port tipe A yang sering ditemukan pada PC dan notebook tidak berubah bentuk, steker lama tetap dapat dipasang. Perangkat USB 2.0 lama memang tidak dapat memanfaatkan kecepatan transfer baru yang hampir 10 kali lipat, tetapi tes-tes kami membuktikan adanya peningkatan kecepatan hingga 10%.

Penjualan perangkat USB 3.0 telah dimulai, tetapi masih belum jelas. Saat ini hanya tersedia sebuah chip host-controller – NEC ?PD720200 yang digunakan pada semua mainboard yang tersedia.

Di sini ada 2 pilihan: Menggunakan mainboard baru dengan NEC-controller, seperti Asus P7P55D-E Pro (sekitar 150 Euro, gambar kiri) dan Gigabyte (Seri P55A & 790XTA, 100 Euro ke atas). Namun biasanya mainboard baru juga membutuhkan komponen hardware – CPU atau RAM – yang juga baru (100 Euro ke atas).

Sebagai alternatif tersedia PCIe-card. Pada penutupan redaksi hanya ada beberapa model dan hanya satu yang tersedia: Host-controller USB 3.0 dari Sharkoon (sekitar 40 Euro, 2 x USB 3.0). Sejak pertengahan Desember tersedia card yang sama dari Buffalo, IFC-PCIE2U3 (sekitar 65 Euro) dan U356 dari Asus (sekitar 35 Euro, 2 x USB 3.0, 2 x SATA 3).

Namun semua tidak berguna, bila Anda tidak memiliki perangkat periferial yang sekarang ini masih langka. Sejak akhir November lalu Sharkoon menawarkan SATA QuickPort USB 3.0 (sekitar 50 Euro, gambar pada halaman 42), di mana Anda dapat menggunakan harddisk 2,5 dan 3,5 inci untuk transfer data. Sebelum Natal juga tersedia harddisk eksternal dari Buffalo seri HD-HX (gambar atas) dalam kapasitas 1, 1,5 dan 2 Terabyte (sekitar 190-370 Euro).

Untuk mencapai tingkat kecepatan lebih tinggi pada USB 3.0 semuanya sedikit ditingkatkan: Dalam protokol dicantumkan tingkat kecepatan SuperSpeed dengan transfer data hingga 5 GBit/detik. Untuk itu pin steker ditambah: Bila USB 2.0 cukup dengan 4 pin, untuk USB 3.0 dibutuhkan 5 pin lainnya.

Dengan demikian kabelnya pun harus disesuaikan: Selain yang 2 pasang dari USB 2.0, ada masing-masing sepasang lagi untuk mengirim dan menerima, serta satu untuk power-supply dan massa.

Untuk menempatkan pin baru port dan steker diperluas – kecuali tipe A yang banyak digunakan. Di sini pin tambahan ditempatkan pada bagian belakang, bentuk dasarnya tidak berubah.

Karena saat ini PD720200 satu-satunya yang tersedia, tes kami dilakukan berdasarkan hardware ybs: Di lab CHIP diuji mainboard Asus P7P55D-E Pro, card QuickPort USB 3.0 dari Sharkoon dan Buffalo HD-HXU 3.

Hasilnya mengesankan: Dengan QuickPort dan Buffalo digunakan harddisk SATA terbaru dengan kecepatan maksimal. Tidak ada perbedaan antara SATA dan USB 3.0. Ini berarti performa 4 kali USB 2.0.

Semua lebih cepat bila menggunakan SSD cepat dalam QuickPort: Kecepatan hingga 200 MByte/detik dapat tercapai. Tetapi ada penurunan: Intel X25-MG2 yang kami uji mencapai kecepatan 260 MByte/detik – menurut spesifikasi hingga 640 MBit/detik.

Jelas NEC belum mencapai performa maksimal, chip terhenti pada 200 MByte/detik. Dengan hardware 2.0 dalam port 3.0 ada kejutan positif: Waktu akses lebih singkat dan performa meningkat hingga 10%.

Diagram:
Transfer data terukur



Yang belum pindah ke USB 3.0 juga dapat mencapai kecepatan lebih tinggi daripada USB 2.0. Port SATA eksternal semakin banyak digunakan pada PC dan notebook. Dengan eSATA dimungkinkan kecepatan yang sama seperti SATA internal. Dalam prakteknya hingga 300 MByte/detik.

Kelemahan-kelemahan awal eSATA juga sudah hilang (tidak adanya fitur HotPlug dan power-port tambahan). Namun eSATA tidak lebih baik dibanding USB 3.0: Kabelnya kaku dan pendek, tidak ada USB-hub untuk mempermudah pemasangan perangkat.

Alternatif lain adalah Firewire 800, tetapi tidak dapat bersaing dengan eSATA atau USB 3.0. Di atas 120 MByte/detik secara teknis tidak mungkin, hampir tidak ada hardware – kalau pun ada sangat mahal.


Sebenarnya setiap pengguna, walau tidak segera. Yang terutama menggunakan periferial lambat pada USB-port – misalnya scanner, printer, mouse, keyboard atau webcam – tidak perlu segera pindah ke 3.0. Pada aplikasi ini SuperSpeed tidak menawarkan kelebihan. Namun bila Anda mengcopy data dalam jumlah besar ke harddisk atau flashdisk USB, sebaiknya segera pindah! Pada kecepatan data yang kami ukur hingga 200 MByte/detik saat ini hanya eSATA yang dapat mengimbangi.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger