Home » » KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Written By Haris Ahmad on Monday, October 4, 2010 | 2:46 PM

KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEBUAH KONSEP PEMBERDAYAAN HOLISTIK

Siti Fatimah, dkk


Abstrak






PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS
ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
SEBUAH KONSEP PEMBERDAYAAN HOLISTIK

BIDANG KEGIATAN:
PKM GT


Diusulkan oleh:

Siti Fatimah                 109154425272/2009
Henik Masfufah          109154425273/2009
Eva Nurohmah            109154425870/2009





UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MALANG
2010



HALAMAN PENGESAHAN USUL
PKM-GT

1. Judul Kegiatan              : KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEBUAH KONSEP PEMBERDAYAAN HOLISTIK
2. Bidang Kegiatan                                   :  (  ) PKM-AI           (√ ) PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
   a. Nama Lengkap                                   : Siti Fatimah
   b. NIM                                                   : 109154425272
   c. Jurusan/Prodi                                      : KSDP/S1 PG PAUD
   d. Universitas/Institut/Politeknik           : Universitas Negeri Malang
   e. Alamat Rumah dan No Tel./HP         : Jl. Senggani No.37 Malang
                                                                    085233381645
   f. Alamat email                                      : Fat_fauziah@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis   : 2  orang
5. Dosen Pendamping
   a. Nama Lengkap dan Gelar                  : Pramono, S.Pd,M.Or
   b. NIP                                                    : 197608262008121001

Menyetujui,                                                                 Malang, 25 Februari 2010
Ketua Jurusan                                                                         Ketua Pelaksana Kegiatan



Drs. H. Sutrisno, S.Pd, M.Pd                                     Siti Fatimah
NIP.195303121982031003                                        NIM.109154425272                                                
Pembantu Rektor III                                                   Dosen Pembimbing


Drs. H. Kadim Masjkur, M.Pd                                   Pramono, S.Pd,M.Or
NIP. 195412161981021001                                       NIP.197608262008121001




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Robbi atas terselesaikannya makalah PKM GT  yang berjudul Menggagas KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEBUAH KONSEP PEMBERDAYAAN HOLISTIK.
Makalah ini menggagas tentang optimalisasi keluarga dan komunitas masyarakat dalam memahami karakteristik dan pertumbuhan  peserta didik sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dimasa usia dini. Serta pelaksanaannya melalui pembinaan yang dilakukan kepada orangtua dan masyarakat awam. Semoga bermanfaat.

Malang, 25 Februari 2010

Tim penulis

















DAFTAR ISI

                                                                                                Halaman
HALAMAN JUDUL    .........................................................................        i
HALAMAN PENGESAHAN  ............................................................         ii
KATA PENGANTAR  ........................................................................         iii
DAFTAR ISI     ....................................................................................         iv
RINGKASAN     ..................................................................................         v
PENDAHULUAN     ............................................................................        1
Latar Belakang          .............................................................................         1
TUJUAN dan MANFAAT ...................................................................        2
Tujuan        ..........................................................................................         2
Manfaat     ...........................................................................................         2
GAGASAN ..........................................................................................          2
KESIMPULAN  ...................................................................................          7
DAFTAR PUSTAKA    .......................................................................         8
CURRICULUM VITAE    ....................................................................       9                               














KIOS BELAJAR KOMUNITAS CERDAS ALTERNATIF
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
SEBUAH KONSEP PEMBERDAYAAN HOLISTIK
               
Siti Fatimah, Henik Masfufah, Eva Nurohmah
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
RINGKASAN
Pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yang ditujukan pada anak usia 0-6 tahun untuk membantu mengembangkan potensi anak secara optimal dan seimbang. Banyak masyarakat yang telah mendirikan sekolah untuk anak usia dini yang bermodal dari ketelatenan dan pengetahuan yang terbatas tentang mendidik anak. Sehingga hasil yang mereka wujudkan adalah anak-anak yang berkembang sesuai dengan kebutuhan pendidik orang dewasa, yaitu anak usia dini harus bisa dengan cepat membaca, menulis dan menurut apa kata orang tua. Anak yang mendapat perlakuan yang tidak tepat akan tumbuh dan berkembang kurang optimal yang akan mempengaruhi kualitas dirinya kelak di kemudian hari. Bagaimana upaya yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat agar memiliki kepedulian tentang arti penting pendidikan anak usia dini dan terlibat aktif dalam pendidikan anak usia dini.
Gagasan kreatif yang ingin kami sampaikan adalah model masyarakat yang peduli terhadap arti penting pendidikan anak usia dini khususnya  mulai umur 0- 3 tahun. Gagasan kreatif  kami tuangkan dengan cara membuat bimbingan pada para orang tua, dengan tujuan mengembangkan pusat belajar bagi orang tua dan anak serta mengembangkan model belajar anak sejak usia 0-3 tahun. Dalam bimbingan tersebut kita memberi pemahaman tentang PAUD dan bagaimana cara mendidik anak usia dini mulai usia 0-3 tahun.
Gagasan tersebut diharapkan  orang tua dapat memandu serta memahami anak usia dini dalam suatu komunitas masyarakat dan dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di lingkungan masyarakat awam. Implementasi yang dilakukan yaitu dengan mewujudkan kios belajar komunitas peduli PAUD yaitu tempat belajar yang memiliki program untuk masyarakat yang terdiri dari dukungan pustaka, layanan konsultasi, layanan edukasi dan pendampingan serta dukungan  untuk mengadakan kegiatan pendidikan anak usia dini. Kios belajar tersebut berada di dalam tim dari universitas yang memiliki tanggung jawab dan mampu bekerja sama dengan komunitas peduli pendidikan anak usia dini untuk memahami arti penting pendidikan anak usia dini. Sedangkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa kelompok yang berasal dari ibu-ibu dan masyarakat yang aktif berperan dalam kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan penanganan pendidikan anak usia dini. Dari hasil kios belajar tersebut diharapkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini mampu mendirikan kios belajar pada masyarakat luas di tempat lain.


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yang ditujukan pada anak usia 0-6 tahun untuk membantu mengembangkan potensi anak secara optimal dan seimbang. Prinsip Pendidikan yang harus dimiliki oleh pendidikan anak usia dini adalah pendidikan harus dapat berlangsung dimana dan kapan saja, dengan melibatkan anak secara aktif untuk melakukan pengamatan melalui pengalaman langsung.
Anak usia dini disebut sebagai masa keemasan yakni sebagai penentuan kepribadian anak dikemudikan hari. sifat dan kepribadian anak di masa dewasa pada umumnya adalah pembentukan tabiat dan pendidikan yang telah diberikan terutama pada saat usia dini demikian halnya di masyarakat kekeliruan anak belajar di lingkungan masyarakat akan berdampak luas terhadap pola perilaku anak dikemudikan hari. masyarakat memang tidak secara langsung membelajarkan anak tetapi melalui peniruan, penglihatan dan pendengaran anak telah belajar mengenai proses kehidupan.
Pada masa ini, otak anak bagaikan spon yang dapat menyerap cairan. Agar dapat menyerap, spon tersebut tentu harus ditempatkan dalam air. Air inilah yang diumpamakan sebagai pengalaman. Dan disinilah peranan orangtua atau orang yang berada di lingkungan terdekat anak yang bertugas memberikan pengalaman kepada anak-anak dan mengenalkan mereka pada aktivitas yang diminatinya. Jika sejak bayi anak sudah distimulasi dengan berbagai rangsangan, otak kecilnya pun akan menyerap.
Pendidikan dapat dilakukan melalui tiga jalur, yaitu pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Sedangkan pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diselenggarakan warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan dan berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Dalam undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Banyak masyarakat yang telah mendirikan sekolah untuk anak usia dini yang bermodal dari ketelatenan dan pengetahuan yang terbatas tentang mendidik anak. Sehingga hasil yang mereka wujudkan adalah anak-anak yang berkembang sesuai dengan kebutuhan pendidik orang dewasa, yaitu anak usia dini harus bisa dengan cepat membaca, menulis dan menurut apa kata orang tua. Orang tua pasti menginginkan anak-anaknya mendapatkan dan menjadi yang terbaik. Dengan mengetahui dan memahami cara belajar serta tahapan-tahapan perkembangan anak, kita bisa memberi mereka banyak pengalaman dan aktivitas di rumah yang sesuai untuk membantu perkembangan potensi anak secara maksimal.
Beberapa anak dapat berkembang dan melangkah lebih cepat ke tahap berikutnya, sementara ada juga anak yang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam tahapan tertentu, jika dibandingkan dengan anak pada umumnya, tetapi hal itu tidak selalu mencerminkan tinggi rendahnya kecerdasan mereka. Mereka mungkin memiliki kepribadian yang membutuhkan pergerakan yang lebih lambat guna menikmati kehidupan dan mengintetrnalisasi secara mendalam proses mereka. Anak yang mendapat perlakuan yang tidak tepat akan tumbuh dan berkembang kurang optimal yang akan mempengaruhi kualitas dirinya kelak di kemudian hari.
Faktanya meski sudah banyak informasi, tentang tumbuh kembang anak baik di majalah, televisi, seminar, ceramah, dan kursus, tetapi itu belum dapat dipahami dan diterapkan pada keluarga menengah ke bawah. Dengan demikian perlu dilakukan upaya dan kerja keras untuk dapat meyakinkan para orang tua, dan masyarakat banyak mengenai pentingnya perhatian kepada anak usia dini sebagai penentu kualitas bangsa di masa yang akan datang. Sehingga bagaimana upaya yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat, agar memiliki kepedulian tentang arti penting pendidikan anak usia dini dan terlibat aktif dalam pendidikan anak usia dini.

TUJUAN dan MANFAAT
Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah
  1. Mengembangkan pusat belajar bagi orang tua dan anak.
  2. Mengembangkan model belajar anak usia dini sejak usia 0-3 tahun bagi masyarakat awam.

Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah
1.      Orang tua dapat memandu dan memahami anak usia dini dalam suatu komunitas masyarakat.
2.      Dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini di lingkungan masyarakat awam.

GAGASAN
Kondisi Kekinian Pecetus Gagasan
Kondisi yang terjadi saat ini yakni kelamnya nasib anak-anak diseluruh pelosok negeri ini, seperti kasus penelantaran anak oleh orang tuanya. Anak-anak usia dini ditinggalkan begitu saja oleh orangtuanya dirumah kontrakan dengan alasan himpitan ekonomi. Banyak anak-anak yang menjadi korban kekerasan bahkan kerap dilakukan oleh orang-orang terdekatnya yang semestinya menyayangi bahkan melindungi mereka seperti; orang tua, guru, oknum aparat, dan teman-temannya. Namun, ada juga orang tua yag menginginkan anak-anaknya mendapatkan dan menjadi yang terbaik. Tetapi dengan pengaruh dari lingkungan sekitar membuat para orang tua memaksakan tumbuh kembang anak, sehingga pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Anak usia dini ialah anak yang berada pada rentang masa usia lahir sampai usia 8 tahun (Santoso, 2002; Ramli dalam pendampingan perkembangan anak usia dini:1). Namun demikian, dalam kerangka pelaksanaan pendidikan anak usia dini (PAUD), UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS), menyiratkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang masa usia lahir sampai 6 tahun.
Dalam segi keilmuan, anak usia dini di konsepsikan berada pada masa 8 tahun yang pertama dari kehidupan anak karena pada masa tersebut  terjadi perkembangan yang sangat pesat pada diri anak yang menjadi  dasar perkembangan selanjutnya (Depdiknas, 2003). Di samping itu sampai usia 8 tahun perkembangan anak sudah mencapai 80% (Morrison, 1988). Lebih jauh, bukti-bukti penelitian yang berkaitan dengan kemampuan intelektual, sosial dan fisik anak menunjukkan  bahwa perubahan yang berarti  dalam perkembangan anak terjadi pada usia sekitar 8 tahun (Kostelnik, Soederman, & Whiren,1999).
Implementasi PAUD di Indonesia, bab1 pasal 1 ayat 14 pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS mengemukakan "bahwa pendidikan PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilaksanakan melalui pemberian rangsangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut". Ketentuan dalam undang-undang tersebut merupakan aturan tentang pelaksanaan PAUD di Indonesia  yang saat ini lebih menekankan cakupannya pada usia 6 tahun pertama dalam kehidupan anak. Hal ini terjadi karena anak yang berusia 7-8 tahun telah berada di sekolah dasar yang menjadi cakupan pendidikan dasar, sedangkan menurut undang- undang nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada pasal 28 ayat 1, PAUD diselenggarakan sebelum pendidikan dasar.
Kemampuan pertumbuhan dan perkembangan anak hanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Padahal pada masa usia dini inilah terjadi perkembangan otak yang akan menjadi modal untuk tahapan selanjutnya. Pada masa ini, stimulasi sangat penting bagi optimalisasi fungsi organ tubuh sekaligus mendorong perkembangan otak. Jika anak menerima rangsangan setelah masa kritis ini terlewati, maka akan berdampak pada kurang optimalnya perkembangan otak anak. Masa kritis ini sering disebut sebagai the golden age, masa kejayaan yang hanya datang sekali seumur hidup. Maka masa usia dini merupakan masa yang sangat penting bagi perkembangan kehidupan selanjutnya (Depdiknas, 2003; nur'aini,1997).
Berbagai hasil penelitian menyebutkan bahwa masa usia dini merupakan periode emas bagi perkembangan anak. Di mana 50% perkembangan kecerdasan terjadi pada usia 0-4 tahun dan 30% berikutnya hingga usia 8 tahun. Periode emas ini sekaligus merupakan periode kritis bagi anak di mana perkembangan yang dihadapkan pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pada periode berikutnya hingga masa usia dewasanya. Periode ini hanya sekali dan tidak dapat ditunda kehadirannya apabila terlewat berarti habislah peluang bagi anak untuk mengembangkan semua aspek yang dimiliki secara optimal dan seimbang.
Dalam masyarakat yang belum memahami konsep tersebut, pendidikan anak usia dini untuk membantu tumbuh kembang anak biasanya kurang optimal. Pada umumnya masyarakat berpandangan bahwa pendidikan identik dengan sekolah yang notabene memerlukan biaya meskipun pemerintah telah menganggarkan bantuan operasional sekolah (BOS). Memang keberhasilan PAUD merupakan tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat terutama keluarga yang menjadi penanggung jawab utama dalam optimalisasi tumbuh kembang anak. Salah satu peran pemerintah dalam PAUD yakni sebagai penyedia fasilitas bagi masyarakat dalam mengoptimalisasikan tumbuh kembang anak. Tetapi masyarakat itu sendiri juga perlu meningkatkan peran sertanya secara aktif dalam pelaksanaan, pembinaan dan pelembagaan pembinaan anak. Peran serta tersebut diperlukan untuk membantu atau mendukung anak dalam proses melalui tahap-tahap perkembangan.
Selain lingkungan masyarakat terdapat lingkungan yang terdekat dengan anak yakni lingkungan keluarga. Peran keluarga tidak dapat terlepas dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan tumbuh kembang anak yang pertama. Dalam keluarga inilah anak pertama kali mendapat didikan dan bimbingan. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga, tugas utama dari keluarga ialah merupakan peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.
Lingkungan yang baik untuk anak usia dini adalah lingkungan yang mendukung anak untuk melakukan suatu kegiatan. Faktor pembawaan atau bakat memungkinkan pada seorang anak untuk berkembang menjadi sesuatu. Pembawaan hanya merupakan potensi-potensi hanya merupakan kemungkinan-kemungkinan. Berkembang atau tidaknya potensi yang ada pada seorang anak, ini masih tergantung kepada orang lain, tanpa adanya potensi-potensi itu tidak mungkin terjadi suatu perkembangan. Faktor lain dalam hal ini yakni peran masyarakat secara holistik.

Solusi yang Pernah ditawarkan
Solusi yang ditawarkan datang dari berbagai pihak. Mereka berusaha memberikan perlindungan terhadap anak agar terhindar dari perbuatan- perbuatan yang merugikan. Ada Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPAI) yang betujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelengaraan perlindungan anak. KPAI juga dibentuk sebagai konsekuensi dari Konvensi Hak Anak (KHA). Sebagai lembaga independent, KPAI diharapkan mampu secara aktif memperjuangkan kepentingan anak. KPAI juga dituntut memberikan saran, laporan, masukkan dan pertimbangan kepada presiden dalam rangka perlindungan anak. Eksistensi KPAI pun dipertanyakan karena minimnya minat serta pengetehuan masyarakat dalam menjadikan KPAI sebagai saran untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan anak. Ada atau tidaknya KPAI tidak menimbulkan dampak apa-apa terhadap kelangsungan pemenuhan hak serta perlindungan pada anak Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional saat ini juga menawarkan program Pendidikan Anak Usia Dini pada masyarakat yakni Pos PAUD yang dikelola oleh kepengurusan tingkat RT, akan tetapi sampai saat ini lembaga Pos PAUD yang ditawarkan oleh pemerintah kepada masyarakat masih menyamakan diri dengan lembaga-lembaga PAUD yang lain (KB,TK,TPA) padahal seharusnya lembaga Pos PAUD yang ada dalam masyarakat bertujuan untuk membantu keluarga yang kurang mampu dan membantu orang tua dalam memahami tumbuh kembang serta karakteristik anak usia dini khususnya usia 0-3 tahun.

Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Pencetus gagasan     
Fakta yang ada dalam masyarakat menunjukkan bahwa, banyak lembaga pendidikan yang muncul untuk membantu anak dalam mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri anak, yaitu seperti: kelompok bermain, TPA, TK, dan lain- lain. Kenyataanya lembaga-lembaga tersebut belum dapat membantu mengoptimalkan potensi sesungguhnya yang ada dalam diri anak. Kelemahan yang dapat diidentifikasi antara lain:
1.      Pendidikan anak usia dini yang dilakukan pada kelompok bermain jauh dari pengawasan orangtua, padahal usia 0-3 tahun anak membutuhkan pendampingan orangtua dalam menghadapi tahap- tahap perkembangan yang akan dialami oleh anak. Sehingga ketika adanya pendampingan dari orangtua yang paham akan pendidikan anak usia dini, maka anak akan lebih nyaman dan aman dalam menghadapi tahap- tahap perkembangannya.
2.      Kurikulum di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini usia 0-3 tahun berasal dari penyederhanaan pembelajaran TK usia 4-5 tahun.
3.      Pengajar atau pendidik anak usia dini yang ada di lembaga banyak yang belum menguasai  tentang pendidikan anak usia dini.
4.      Dengan adanya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini maka orangtua merasa bahwa pendidikan sepenuhnya adalah tanggung jawab sekolah, sehingga mereka tidak terpacu untuk berperan aktif.

Pihak-pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu
Kelemahan yang terdapat pada lembaga PAUD yang ada, membutuhkan solusi yang tepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini khususnya usia 0-3 tahun. Oleh karena itu perlu adanya model Pendidikan Anak Usia Dini yang sistem pembelajarannya berpusat  pada anak dan orangtua, sehingga diperlukan peran serta aktif pemerintah dan instansi terkait yaitu
  1. Universitas sebagai pihak yang mendukung mahasiswa untuk melaksanakan program kios belajar komunitas cerdas
  2. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai pihak yang memantau pertumbuhan dan perkembangan ditiap keluarga.
  3. Departemen Kesehatan sebagai pihak yang membantu dan memberikan layanan konsultasi bagi orangtua dalam mengoptimalkan kesehatan dan gizi anak usia dini.
  4. Kementrian pemberdayaan perempuan sebagai pihak yang memberikan penyuluhan tentang peranan perempuan dalam pendidikan anak usia dini.
Peran aktif dari pihak yang terkait, diharapkan dapat  menyukseskan program pendidikan anak usia dini berbasis komunitas dan berpusat pada orang tua dan anak.

Langkah-langkah Strategis
Dari analisis yang kami lakukan, kami memiliki gagasan yang kreatif yaitu mengembangkan model komunitas masyarakat mandiri yang peduli terhadap arti penting Pendidikan Anak Usia Dini mulai usia 0-3 tahun. Gagasan kreatif ini kami tuangkan dengan cara membuat bimbingan pada para orang tua. Dalam bimbingan tersebut akan diberikan pemahaman tentang Pendidikan Anak Usia Dini dan bagaimana cara mendidik anak usia dini mulai usia 0-3 tahun kepada orang tua, sehingga akan terwujud kelompok kegiatan anak usia dini, dengan  orang tua sebagai pendidik utama bagi anak - anak mereka dalam komunitas masyarakat tertentu. Model komunitas masyarakat mandiri yang peduli terhadap arti penting Pendidikan Anak Usia Dini mulai 0-3 tahun yang akan dikembangkan digambarkan pada bagan berikut:















Gambar 1 : Bagan Model Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Komunitas dan    Berpusat pada Orang tua dan Anak.

Keterangan :
1.      Kios belajar yang memiliki komunitas masyarakat peduli Pendidikan Anak Usia Dini 0-3 tahun.
2.      Memiliki 5 kelompok yaitu setiap kelompok memiliki anggota yang terdiri dari 5 keluarga yang ada di masyarakat
3.      Kios belajar memiliki program yang terdiri dari:
a.       Dukungan Pustaka yaitu berbagai macam materi dalam bentuk buku yang disediakan untuk mendukung proses kegiatan tiap kelompok dalam kios belajar.
b.      Layanan Konsultasi yaitu suatu progaram yang ada dalam kios belajar untuk membantu masyarakat atau kelompok ketika mengalami kesulitan dalam pendidikan anak usia dini.
c.       Layanan Edukasi dan Pendamping yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh tiap kelompok masyarakat peduli pendidikan anak usia dini dengan tutor kios belajar dalam memahami pendidikan anak usia.
d.      Dukungan untuk mengadakan pendidikan anak usia dini di rumah dan komunitasnya yaitu pendampingan atau pendidikan anak usia dini yang dilakukan oleh kelompok masyarakat peduli pendidikan anak usia dini dan tetap dalam pengawasan tutor kios belajar.
Mekanisme kerja dan tanggung jawab kios belajar komunitas peduli PAUD yaitu tempat belajar yang memiliki program untuk masyarakat yang terdiri dari dukungan pustaka, layanan konsultasi, layanan edukasi dan pendampingan serta suport untuk mengadakan kegiatan pendidikan anak usia dini. kios belajar tersebut berada di dalam tim dari universitas yang memiliki tangung jawab dan mampu bekerjasama dengan komunitas peduli pendidikan anak usia dini untuk memahami arti penting pendidikan anak usia dini. Sedangkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa kelompok yang berasal dari ibu-ibu dan masyarakat yang aktif  berperan dalam kegiatan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penanganan pendidikan anak usia dini. Dari hasil kios belajar tersebut diharapkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini mampu mendirikan kios belajar pada masyarakat luas di tempat lain.

KESIMPULAN
Gagasan yang diajukan
Gagasan kreatif yang ingin kami sampaikan adalah model masyarakat yang peduli terhadap arti penting pendidikan anak usia dini mulai umur 0- 3 tahun. Gagasan kreatif kami tuangkan dengan cara membuat bimbingan pada para orangtua, dimana tujuan mengembangkan model belajar anak sejak usia 0-3 tahun dan mengembangkan pusat belajar bagi orang tua dan anak. Dalam bimbingan tersebut kita memberi pemahaman tentang PAUD dan bagaimana cara mendidik anak usia dini mulai usia 0-3 tahun.

Teknik implementasi
Implementasi yang dilakukan yaitu dengan mewujudkan kios belajar komunitas peduli PAUD yaitu tempat belajar yang memiliki program untuk masyarakat yang terdiri dari dukungan pustaka, layanan konsultasi, layanan edukasi dan pendampingan serta dukungan untuk mengadakan kegiatan pendidikan anak usia dini. Kios belajar tersebut berada di dalam tim dari universitas yang memiliki tangung jawab dan mampu bekerjasama dengan komunitas peduli pendidikan anak usia dini untuk memahami arti penting pendidikan anak usia dini. Sedangkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini terdiri dari beberapa kelompok yang berasal dari ibu-ibu dan masyarakat yang aktif berperan dalam kegiatan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penanganan pendidikan anak usia dini. Dari hasil kios belajar tersebut diharapkan komunitas peduli pendidikan anak usia dini mampu mendirikan kios belajar pada masyarakat luas di tempat lain.

Manfaat Gagasan
Manfaat yang dapat diperoleh dari Kios Belajar Komunitas Cerdas bagi orang tua yakni orang tua dapat memandu dan memahami anak usia dini dalam suatu komunitas masyarakat. Sedangkan manfaat bagi anak yakni anak mendapatkan pendampingan secara penuh dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga proses tersebut terarah dan berjalan sesuai tahapan perkembangan anak. Anak juga akan melalui proses tahap tumbuh kembang  tanpa paksaan. Maka diperlukan peran serta aktif pemerintah dan instansi terkait   (Universitas, BKKBN, Departemen Kesehatan, Kementrian pemberdayaan perempuan) untuk menyukseskan program Pendidikan Anak Usia Dini berbasis komunitas dan berpusat pada orang tua dan anak.

Dampak Gagasan
Dampak dari keberadaan Kios Belajar Komunitas Cerdas yakni orang tua dan masyarakat akan lebih cerdas dalam Pendidikan Anak Usia Dini serta memiliki peran aktif dalam Pendidikan Anak Usia Dini, khususnya pada anak usia dini yang berada di lingkungan terdekat dan anak usia dini yang berada dalam lingkup yang lebih luas pada umunya.

DAFTAR PUSTAKA
Suwarno, Drs. 1982. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru.

Indrakusuma, Drs. Amir Daien.1973. Pengantar Ilmu Pendidikan. Malang:             Fakultas Ilmu Pendidikan- IKIP Malang.

Depdiknas. 2002. Acuan Menu Pembelajaran pada Pendidikan Anak usia Dini(Menu Pembelajaran Generik). Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia     Dini Ditjen PLS, Depdiknas.

Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem         Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas
CURRICULUM VITAE

Nama                                       : Siti Fatimah
Tempat tanggal lahir               : Malang, 06 April 1986
NIM/DNI                                : 109154425272
Jurusan/Fak.                            : KSDP PRODI S1 PGPAUD/ FIP
Telp/Hp                                   : 085233381645
Alamat Rumah                        : Jl. Senggani No.37 Malang

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. TK PGRI I MALANG lulus tahun 1992
2. SDN JATIMULYO IV MALANG lulus tahun1998
3. SLTP MUHAMMADIYAH I MALANG lulus tahun 2001
4. SMKN 2 MALANG lulus tahun 2004
5. D2 PGTK UNIVERSITAS NEGERI MALANG lulus tahun 2009
6. S1 PG-PAUD UNIVERSITAS NEGERI MALANG (2009-Sekarang)



Malang, 25 Februari 2010



Siti Fatimah











CURRICULUM VITAE

Nama                                       : Henik Masfufah
Tempat tanggal lahir               : Lamongan, 04 Januari 1986
NIM/DNI                                : 109154425273
Jurusan/Fak.                            : KSDP PRODI S1 PG-PAUD/ FIP
Telp/Hp                                   : 081554766220
Alamat Rumah                        : Jl. Sikatan no.411 RT1/RW5 Desa. Godog- Kec. Laren- Kab. Lamongan 62262

RIWAYAT PENDIDIKAN
1.      TK ABA 10 GODOG 1993
2.      MI MUHAMMADIYAH 1 GODOG 1999
3.      SLTP MUHAAMMADIYAH 8 LAREN           2002
4.      MAN LAMONGAN 2005
5.      D2 PGTK UNIVERSITAS NEGERI MALANG          2009
6.      S1 PG-PAUD UNIVERSITAS NEGERI MALANG (2009-Sekarang)



Malang, 25 Februari 2010




Henik Masfufah









CURRICULUM VITAE

Nama                                       : Eva Nurohmah
Tempat tanggal lahir               : Malang, 06 Maret 1989
NIM/DNI                                : 109154425870
Jurusan/Fak.                            : KSDP PRODI S1 PGPAUD/ FIP
Telp/Hp                                   : 0341-835773 / 085755037607
Alamat Rumah                        : Jl. Kepuh 1A/37 Malang 65148


RIWAYAT PENDIDIKAN

1. RA PERWANIDA MALANG lulus tahun 1994
2. MIN II  MALANG lulus tahun 2000
3. MTs SURYA BUANA MALANG lulus tahun 2003
4. MAN 3 MALANG lulus tahun 2006
5. D2 PGTK UNIVERSITAS NEGERI MALANG lulus tahun 2009
6. S1 PGPAUD UNIVERSITAS NEGERI MALANG (2009-Sekarang)



Malang, 25 Februari 2010



Eva Nurohmah


http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/pkm/article/view/6457



Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger