Monday, May 24, 2010

Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD


BAB I

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Dalam rangka menghadapi era globalisasi saat ini dan dalam kondisi masyarakat sekarang, seringkali ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan banyak perusahaan mengalami kegagalan, baik yang disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi maupun yang disebabkan oleh kurang baiknya hasil kerja dari sumber daya manusia yang ada pada perusahaan tersebut, padahal harus diakui manusia adalah faktor penting yang turut menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat kreativitas dan semangat bagi perusahaan serta memegang peranan penting dalam fungsi operasional perusahaan.
Perusahaan tidak mungkin terlepas dari tenaga kerja manusia, walaupun aktivitas perusahaan itu telah mempunyai modal yang cukup besar dan teknologi modern, sebab bagaimanapun majunya teknologi tanpa ditunjang oleh manusia sebagai sumber dayanya maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai, dengan demikian maka sumber daya manusia sangat penting untuk diberikan arahan dan bimbingan dari manajemen perusahaan pada umumnya dan manajemen sumber daya manusia pada khususnya.
Untuk dapat mengikuti segala perkembangan yang ada dan tercapainya tujuan suatu perusahaan maka perlu adanya suatu motivasi agar pegawai mampu bekerja dengan baik, dan salah satu motivasi itu adalah dengan memenuhi keinginan-keinginan pegawai antara lain: gaji atau upah yang baik, pekerjaan yang aman, suasana kerja yang kondusif, penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan, pimpinan yang adil dan bijaksana, pengarahan dan perintah yang wajar, organisasi atau tempat kerja yang dihargai masyarakat atau dengan mengupayakan insentif yang besarannya proporsional dan juga bersifat progresif yang artinya sesuai dengan jenjang karir, karena insentif sangat diperlukan untuk memacu kinerja para pegawai agar selalu berada pada tingkat tertinggi (optimal) sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan menurunnya produktivitas dan semangat kerja pegawai maka insentif perlu ditingkatkan untuk menunjang kinerja pegawai dalam meningkatkan hasil produksi.
Permasalahan yang terjadi pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten dalam masalah pemberian insentif yaitu kurangnya perhatian pimpinan terhadap pemberian insentif kepada pegawai, hal ini dapat dilihat dari kurangnya semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehingga kinerja pegawai menurun.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:“PENGARUH INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN”.

1.2 Identifikasi Masalah
Dalam skripsi ini penulis ingin membahas tentang hubungan insentif (beserta dampaknya) terhadap kinerja pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten, dan oleh karena itu berdasarkan latar belakang permasalahan dan agar pembahasan dan pemecahan masalah tidak menyimpang, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pemberian insentif pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten agar kinerja pegawai meningkat?
2. Bagaimana kinerja pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten?
3. Seberapa besar pengaruh pemberian insentif yang dilakukan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten terhadap kinerja pegawai?

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan mengadakan penelitian yang bertajuk “Pengaruh Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten” adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana pemberian insentif pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten agar kinerja pegawai meningkat.
2. Untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten.
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian insentif yang dilakukan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten terhadap kinerja pegawai.

1.4 Kegunaan Penelitian
Sedangkan kegunaan yang dapat diambil dari penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk Penulis
Menambah wawasan penulis karena dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, serta penulis dapat melakukan analisis secara nyata untuk mengetahui peranan dari kebijaksanaan pemberian insentif terhadap kinerja pegawai.
2. Untuk Pihak Perusahaan
Untuk pihak perusahaan, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memperoleh masukan-masukan yang positif dan membangun, yang dapat diterapkan perusahaan dalam usaha meningkatkan kinerja pegawai.
3. Untuk Pihak Lain
Bagi pihak-pihak lain yang turut membaca karya tulis ini agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan sesuai dengan topik penulisan dan sebagai sumbangan pemikiran tentang pengetahuan di bidang sumber daya manusia khususnya tentang insentif dan kinerja.

1.5 Kerangka Pemikiran
Insentif adalah semua pendapatan atau balas jasa yang berbentuk uang atau berupa barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan/instansi. Di mana insentif yang diberikan perusahaan/instansi adalah sebagai salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Pemberian insentif yang tepat di samping untuk meningkatkan kinerja pegawai, dimaksudkan pula untuk membuat pegawai memiliki kesetiaan bekerja di instansi dan dapat menstabilkan perputaran tenaga kerja khususnya di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten.
Dengan adanya insentif, Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten mengharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai, menurunkan tingkat absensi maupun perputaran tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mendorong pegawai bekerja dengan lebih giat, semangat dan penuh rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya.
Untuk mendorong manusia mau bekerja dengan semangat tinggi, memberikan tenaga dan pemikiran guna kelancaran kegiatan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten, diperlukan usaha dari Kantor Sekretariat DPRD untuk menggerakkan pegawai baik dalam bentuk bimbingan maupun bentuk lainnya seperti:
1. Insentif tambahan perjam
2. Insentif harian
3. Uang lembur
4. Asuransi
5. Kesehatan
6. Liburan
7. Kelengkapan sarana dan prasarana.
Sedangkan kerangka pemikiran untuk kinerja dalam penelitian ini adalah:
1. Pengetahuan
2. Skill
3. Attitude
4. Situasi kerja
5. Tanggung jawab
6. Pelatihan
7. Perilaku pegawai
8. Keluarga
9. Kondisi ekonomi.

1.6 Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara atau pendapat yang kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan sedangkan kebenaran pendapat tersebut perlu diuji atau dibuktikan. (Moh. Nazir, 2000: 15)
Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang penulis ajukan yaitu: jika insentif dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dimungkinkan akan meningkatkan kinerja pegawai.


untuk kelanjutannya dapat di download disini


Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik