Home » » KEBOHONGAN STATISTIK

KEBOHONGAN STATISTIK

Written By Haris Ahmad on Thursday, June 10, 2010 | 1:53 PM

Waduw…judulnya kok ngeri… he he…jangan berpikiran serem-serem dulu atau berpikir dosa karena berbohong. Orang yang suka bohong, akan berkata, bahwa satu kebohongan untuk suatu kebaikan adalah sama dengan seribu kebaikan. Anda setuju? Yah. Kalau saya sich, tergantung demi kebaikan siapa? Terus efek dari bohong itu membuat kerugian pada berapa orang??? OK??? Jadi mending, satu kebaikan, jika dilakukan seribu kali, maka akan sama dengan seribu kebaikan. Ha. Ha. Ha...
Eh ngomong-ngomong, anda pernah lihat iklan salah satu produk pembalut wanita yang bunyinya kira-kira seperti ini: ‘7 dari 10 wanita menggunakan XXXXX’. Inget? Berarti penonton diarahkan untuk membuat kesimpulan bahwa 70% wanita menggunakan pembalut dengan merek yang ditawarkan tersebut. Anda percaya? Jika anda tidak percaya, maka anda dapat melakukan klarifikasi kepada produsen pembalut tersebut. Dan ternyata, mereka benar-benar melakukan survey dengan cara yang metode yang benar. Mereka benar-benar datang ke sekolah-sekolah menengah (kebanyakan SMP, tetapi kadang juga SMA) lalu memberikan kuesioner tentang merek pembalut apa yang mereka gunakan. Pelaksanaan survey tersebut dapat dilihat oleh orang luar secara bebas. Analisis yang digunakan juga dapat dicek oleh orang lain. Dan hasilnya memang benar-benar fantastis, 70% responden menggunakan merek yang diproduksi oleh mereka.
Wah…wah… apakah berarti merek tersebut merupakan market leader produk pembalut wanita. Ternyata tidak. Jika dilihat data yang dikeluarkan oleh Om Nielsen, ternyata market leader produk pembalut wanita bukan itu. Bahkan tidak ada satu merek pun yang mampu meraih market share sampai dengan 70%. Nah…lho???
Itulah yang disebut sebagai kebohongan statistik. Saya bisa tunjukkan kepada anda, dengan metode statistik yang benar, bahwa lebih dari 90% orang suka mengisi kuesioner. Anda percaya? Pasti tidak. Bagi anda yang pernah melakukan penyebaran kuesioner pasti menyanggah karena anda benar-benar merasakan bahwa minat orang untuk mengisi kuesioner tidak sampai sebesar itu, kalau tidak boleh dikatakan rendah. Begini, coba buatlah kuesioner yang berisi pertanyaan “apakah anda suka dengan kuesioner? Kirimkan ke 10.000 responden yang anda ambil secara acak, misalnya dari buku telepon. Agar responden tidak repot, maka pakai pos berlangganan, sehingga responden tidak perlu membeli perangko untuk mengirimkan kuesioner tersebut kepada anda. Hasilnya, dari 10.000 kuesioner yang dikirim, mungkin akan kembali beberapa ratus kuesioner. Dan saya yakin bahwa kebanyakan isinya adalah bahwa responden suka dengan kuesioner. Mengapa? Karena yang tidak suka akan membuang kuesioner tersebut ke tempat sampah atau dipakai buat bungkus kacang…jadi yang mengembalikan kuesioner pastilah orang yang suka dengan statistik.
Contoh metode di atas mempunyai cacat yaitu bahwa sampel penelitian tidak representatif karena tidak mewakili responden yang tidak mengirimkan kuesioner kembali. Kembali kepada riset pembalut wanita di atas, pelaksanaan pengambilan data dilakukan pada sekolah-sekolah menengah, sehingga sampelnya hanyalah pemakai pembalut pemula. Ini sudah cacat karena tidak mewakili konsumen secara keseluruhan. Cacat kedua, adalah bahwa pelaksanaan pengambilan data dilakukan setelah produsen menyelenggarakan acara promosi di sekolah tersebut. Bintang-bintang terkenal didatangkan untuk memeriahkan acara tersebut. Setelah itu, berbagai door prize dibagikan disertai dengan contoh produk. Nah setelah itu, barulah diberi kuesioner. Bayangkan aja, anak SMP diperlakukan kayak gitu. Ya pastilah mereka menjawab hal-hal yang baik. Menurut saya, seharusnya hasil survey adalah 100% he he…
Banyak sekali kebohongan statistik yang terjadi di sekeliling kita. Banyak sekali output penelitian, baik skripsi maupun tesis dihasilkan dari manipulasi data. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Tapi yah… mau gimana lagi. Ketika mendapati hasil suatu penelitian yang tidak sesuai teori, pastilah repot ketika ujian. Tul gak? Dosen sendiri juga mendukung adanya manipulasi tersebut (he he sori bapak/ibu dosen). Pelaksanaan ujian akan lebih mudah kalau hasil penelitian sesuai teori dari pada yang bertentangan dengan teori, tetapi data yang dipakai benar-benar aktual tanpa manipulasi. Jadi ya mahasiswanya berpikir, dari pada apa adanya repot pas ujian, ya datanya diganti aja biar signifikan dan enak pas ujian.. Hi…hi……..
Lha terus gimana? Ya saya juga tidak tahu… saya bukan mahasiswa dan juga bukan dosen….. Hi..hi…..hi….. Saya membuat blog ini untuk berbagi dengan banyak orang agar tertarik dengan statistik. Soalnya apa? Karena saya pernah benar-benar dipusingkan dengan deretan data yang banyak sekali ketika bekerja di sebuah pabrik manufacturing. Ada lebih dari 10.000 item produk yang harus saya tangani sehingga saya harus menggunakan teknik statistik untuk meng-handle-nya. Pusing saya. Jadi saya pengin juga banyak orang yang tertarik dengan statistik, ikut mempelajari, dan ikut-ikutan pusing seperti saya….HA.HA.HA.HA.HA.HA.HA.
Anda punya catatan kebohongan statistik yang lain??? Silahkan berbagi… tapi tolong jangan bagi pusingnya ya…..It’s enough.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger