Home » , » kondisi koperasi saat ini dan perencanaannya dalam memajukan ekonomi Dibupaten Padang Pariaman

kondisi koperasi saat ini dan perencanaannya dalam memajukan ekonomi Dibupaten Padang Pariaman

Written By Haris Ahmad on Friday, January 14, 2011 | 11:30 AM


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 latar belakang

Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerjasama memenuhi satu atau lebih kebutuhan ekonomi atau bekerjasama melakukan usaha, maka dapat dibedakan dengan jelas dari badan usaha atau pelaku kegiatan ekonomi yang lain yang lebih mengutamakan modal.

Koperasi sebagai solusi untuk mewujudkan ekonomi rakyat yang adil tanpa memempatkan rakyat sebagai korban eksploitasi pasar bebas. Untuk itu, diperlukan daya pendukung internal yang kuat dan sanggup bersaing yang dapat diperoleh melalui partisipasi ekonomi aktif anggota dan kreatifitas manajemen koperasi dalm memanfaatkan setiap peluang usaha.

Karena gerakan koperasi masih tegak berdiri disituasi krisis ekonomi yang berkepanjangan, maka diharapkan kedepan koperasoi dapat benar-benar menjadi soko gurui perekonomian Indonesia.

Sejak awal kelahirannya koperasi diharapkan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.Pola penggorganisasian dan pengelolaannya yang melibatkan partisipasi setiap anggota dan pembagian hasil usaha yang cukup adil menjadikan koperasi sebagai harapan pengembangan perekonomian Indonesia.Dukungan dari pemerintah dan berbagai lembaga lainnya membuat koperasi dapat tumbuh subur di Indonesia.Akan tetapi pertumbuhan koperasi tidak senantiasa semulus apa yang diharapkan dan dibayangkan.Banyak permasahan dan kendala yang dihadapi dalam setiap perkembangannya,harapan menjadikan koperasi sebagai sebagai soko guru perekonomian belum terwujud. Meski banyak contoh koperasi yang telah berhasil membuat sejahtera anggotanya tetapi masih banyak hal yang perlu dibenahi.
1.2. perumusan masalah
Berdasarkan latar belakangnya maka makalah ini, permasalahannya hanya dibatasi pada kondisi dan pengaruh koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Padang Pariaman dalam mengupayakan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia khususnya Padang Pariaman.Oleh sebab itu pemerintah Padang Pariaman berupaya mengembangkan sector koperasi namun dalam perkembangannya belum dilakukan dengan optimal.
1.3. tujuan penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
1. sebagai masukan bagi pemerintah daerah Kabupaten Padang Pariaman dalam upaya mengembangkan koperasi di Padang Pariaman.
2. Sebagai penambah wawasan semua Pembaca mengenai peran dan pentingnya koperasi.
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
4. Metode atau analisis apa yang cocok dikembangkan dalam memajukan koperasi di Padang Pariaman.
5. Sebagai salah satu syarat untuk bisa lulus dalam mata kuliah Perencanaan Pembangunan.

BAB II
KAJIAN TEORI


Berdasarkan undang-undang 1945 pasal 33 ayat 1
“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama derdasar atas asas kekeluargaan”
Undang-undang no.12 tahun 1967
“Organisasi ekonomi rakyat yang bewatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hokum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”
Undang-undang perkoperasian no.25 tahun 1992
“Badan usaha yang beranggotakan atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatan-kegiatan berdasakan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekono mi rakyat yang berdaasarkan atas asas kekeluargaan”

BAB III
PEMBAHASAN


Di kabupaten Padang Pariaman koperasi mengalami pertumbuhan dan perkembangan diantaranya dilihat dari indicator-indikator mengenai pencapain dari 199 unit pada tahun 2006 menjadi 204 pada tahun 2007.demikian juga dengan jumlah anggota koperasi yang meningkat dari 21.429 orang pada tahun 2006 menjadi 21.665 orang pada tahun 2007.sedangkan koperasi unit desa (KUD) tadak mengalami perubahan dari tahun 2006 sampai 2007.kopeasi yang paling banyak menurut jenisnya adalah koperasi Kopeasi Uniy Desa(KUD) namun, dari tahun 2006 sampai 2007 jumlahnya tidak bertambah.Kecamatan yang paling banyak mempunyai koperasi adalah Lubuk Alung yaitu sebanyak 28 buah dan kecamatan yang paling sedikit adalah kecamatan Batang Gasan Kayu Tanam sebanyak 3 buah dengan jumlah anggota 286 orang di Batang Gasn dan2767 di Kayu Tanam.
Indikator lain tentang pertumbuhan dan perkembangan koperasi yakni adanya peningkatan modal sendiri yaitu 22,2 M menjadi 27 M dan adanya peningkatan volume usaha dari Rp49,6 M menjadi Rp 77,4 M.Penambahan modal luar yang meningkat dari Rp15,3 M menjadi Rp27,1 M .
Secara umum kinerja koperasi masih belum sebagaimana diharapkan,hal ini tidak saja terjadi di kabupaten Padang Pariaman tetapi Hampir seluruh wilayah Indonesia. Buruknya kinerja koperasi kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal yaitu perrtama sebelumnya pembentukan koperasi bersifat Top Down dan tidak berdasarkan atas kebutuhan masyarakat kedua, lemahnya karakter pengurus koperasi,ketiga,koperasi berdiri apabila ada program dan bantuan dari pemerintah,keempat,koperasi belum terintegrasi dengan lembaga ekonomi lainnya kelima, lemahnya permodalan.
Kabangkitan ekonomi Padang Pariaman tidak dapat dipungkiri pada saat sekarang ini,bahwa suatu daerah dikatakan maju ialah daerah yang memiliki perekonomian yang baik dan stabil. Meskipun aspek-aspek non ekonomi juga tidak kalah penting,namun aspek perekonomian bisa dikatakan lebih dominan dalam pembangunan suatu daerah. Karena aspek perekonomian mempengaruhi aspek-aspek lainnya dalam pembangunan daerah. Kabupaten Padang Pariaman yang dalam proses pembangunan berperan penting dalam mewujutkan kebangkitan perekonomian rakyat karena pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislative mempunyai power yang lebih untuk meningkatkan ekonomi rakyat.
Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat oleh pemerintah tentunya bukanlah hal yang mudah serupa membalikkan telapak tangan,diperlukan upaya dan usaha yang keras oleh pemerintah daerah. Perintah harus menyadari koperasi memerlukan bimbingan,dorongan dan stimulant melalui APBD dan menyakini koperasi untuk menunjukan kemandirian dan keunggulan dalam mengembangkan usaha.Pemerintah kabupaten Padang Pariaman harus mengkampayekan koperasi agar rakyat tidak menjadi korban eksplotasi pasar bebas.Konsep yang ditawarkan pemerintah daerah mengernai koperasi memang bagus namun, yang menjadi kelemahan pemerintah daerah itu sendiri adalah kuat dikonsep tapi lemah pada pelaksanaannya sehingga hal ini menjadi masalah yang menjadikan peranan koperasi di daerah Padang Paraiman menjadi mandek dan stagnan.
Koperasi yang merupakan salah satu sub system dalam perekonomian masyarakat.Organisasi koperasi hanyalah merupakan suatu unsur dari unsur-unsur lainnya yang ada dalam masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya dan saling berhubungan,saling tergantung dan saling mempengaruhi sehingga merupakan suatu kesatuan yang komplek.Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya,organisasi koperasi sebagai system terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan baik lingkungan luar seperti ekonomi pasar,social budaya,pemerintah,teknologi dan sebagainya maupun lingkungan dalam seperti kelompok koperasi,perusahaan koperasi.kepentingan anggota dan sebagainya.Analisa lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perencanaan strategi perusahaan atau koperasi dalam menentukan peluang maupun ancaman terhadap koperasi itu sendiri.Dari hasil analisis tersebut koperasi dapat mendiagnosis lingkungan dan mengambil suatu kebijakan strategis yang berdasarkan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki koperasi. Analisis lingkungan koperasi dapat dilakukan dengan pendekatan Analisis SWOT.Ada beberapa alas an mengenai pentingnya analisis lingkungan bagi pengembang koperasi yang ditunjukan untuk:
1. Menentukan apa saja factor dalam lingkungan yang merupakan kendala terhadap pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan atau koperasi yang sekarang.
2. Menentukan apa saja factor dalam lingkungan yang akan memberi peluang pencapain tujuan yang lebih besar dengan cara menyasuaikan dengan strategi perusahaan atau koperasi.
3. Mengtahui resiko yang akan dihadapi dimasa yang akan datang.
Analisis SWOT yang didapat dari analisis ekstern maupun lingkungan intern dilakukan melalui beberapa langkah. Yang perlu dilakukakan terlebih dahulu adalah mengamati perubahan lingkungan ekstern, karena akan menyebabkan perubahan-perubahan karakteristik industri sehingga menimbulkan ancaman dan peluang. Dalam menganalisis SWOT, selain mengamati perubahan lingkungan ekstern tersebut, harus dianalisis juga keahlian dan sumber daya sehingga akan diketahui kekuatan dan kelemahan yang ada di koperasi. Pengembangan Koperasi Dengan Analisis SWOT memberikan penjelasan tentang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Koperasi sebagai berikut : analisis internal merupakan proses dengan mana perencanaan strategi mengkaji pemasaran, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan anggota koperasi, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana koperasi mempunyai kemampuan yang penting, sehingga koperasi memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dapat menangani ancaman didalam lingkungan. Sedangkan faktor tertentu dalam lingkungan eksternal dapat menyediakan dasar-dasar bagi anggota untuk mengantisipasi peluang dan merencanakan tanggapan yang tepat sesuai dengan peluang yang ada, dan juga membantu anggota koperasi terhadap ancaman atau mengembangkan srategi yang tepat yang dapat merubah ancaman menjadi bermanfaat bagi koperasi.
Pengembangan koperasi dalam analisis SWOT mempunyai sub-sub bagian yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan berbagai indikator.
1. Kekuatan dengan indikator :
a.Telah memiliki badan hukum.
b. Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
c. Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
d. kekurangan pelanggan cukup kecil.
e. Biaya rendah.
f. Kepengurusan yang demokratis.
g. Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2. Kelemahan dengan indikator :

a. Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
b. Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
c. Kurang pengalaman usaha.
d.Tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
e. Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
f.. Pengelola yang kurang inovatif.
g. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
h. Kurang dalam penguasaan teknologi.
i. Sulit menentukan bisnis inti.
j. Kurangnya kesadaran anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).

3. Peluang dengan indikator:
a. Adanya aspek pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
b.. Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi sekunder.
c.Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih membangun koperasi
d.. Kondisi ekonomi cukup mendukung eksistensi koperasi.
e. Perekonomian dunia yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi hasil koperasi Indonesia.
f. Industrialisasi membuka peluang usaha di bidang agrobisnis, agroindustri dan industri pedesaan lainnya.
g. Adanya peluang pasar bagi komoditas yang dihasilkan koperasi.
h. Adanya investor yang ingin bekerjasama dengan koperasi.
i. Potensi daerah yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan koperasi.
j. Dukungan kebijakan dari pemerintah.
k.. Undang-Undang nomor 12 tahun 1992, tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi..
4. Ancaman dengan indikator :
a. Persaingan usaha yang semakin ketat.
b. Peranan Iptek yang makin meningkat.
c. Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
d. Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
e. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
g. Kurang memadainya prasarana dan sarana yang tersedia di wilayah tertentu, misalnya lembaga keuangan, produksi dan pemasaran.
h. Kurang efektifnya koordinasi dan sinkronasi dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi antar sektor dan antar daerah.
i. Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi.
j. Lingkungan usaha yang tidak kondusif.
k. Anggapan masyarakat yang masih negatif terhadap koperasi


BAB IV
IMPLIKASI KEBIJAKAN


Dalam menghadapi kesulitan koperasi seperti akses permodalan, keterbatasan informasi dan pasar, minim manajeriar, gagap teknologi dapat diatasi pemerintah Padang Priaman dengan mengeluarkan kebijakan guna mendorong percepatan pemberdayaan koperasi secara terarah dan bertahap. Kebijakan tersebut meliputi aspek-aspek kelembagaan, permodalan, kemampyan teknologi, kualitas SDM, pemasaran, jaringan usaha,menciptakan iklim yang kondusif,dan bertahap dimulai skema hibah untuk peningkatan keterampilan usaha,dana bergulir,pinjaman lunak,modal ventura dan pinjaman lunak. Secara terarah program ini dapat menyentuh segala aspek yang bertujuan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Sebenarnya peranan koperasi dalam membangkitkan perekonomian rakyat akan bisa diefektifkan dengan adanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebab dengan adanya BUMD dapat menjadi pusat penjualan bagi koperasi. Bayangkan jika koperasi-kopersi hingga wilayah nagari atau jorong sekalipun mempunyai koperasi yang aktif maka koperasi tersebut dapat menjadi supplier rutin untuk komoditi yang dibutuhkan oleh BUMD. Dengan itu Padang Pariaman dapat lebih cepat mewujudkan kebangkitan perekonomian. Selain itu BUMD juga dapat dikembangkan dengan mendatangkan investor baik luar maupun dalam, seperti kita ketahui bahwasanyaBandara Internasional Minangkabau terletak diwilayah kabupaten Padng Pariamna. Ini meripakan suatu assat yang bagus bagi daerah Padang Pariaman selain hasil pemunggutan pajak dan retribusi yang diterima oleh daerah ini juga merupakan akses yang bagus bagi investor. Maka oleh sebab itu pemerintah harus lebih proaktif mencari investor serta menjamin keamanan dan legalitas bagi para investor.
Langkah yang lain yang dapat ditempuh pemerintah Padang Pariaman adalah dengan promosi khusus untuk anggota yaitu dengan adanya kebutuhan bersama. Karena anggota merupakan pelaku-pelaku yang sangat penting dalam menentukan perkembangan koperasi. Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya koperasi sebagai system yang terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan. Koperasi harus memperhatikan keadaan ekonomi pasar,social budaya, pemerintah dan teknologi. Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target. Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objectif.


BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
Dalam menjalankan usaha koperasi modal yang diperlukan relative tidak terlalu besar. Oleh karena itu, usaha seperti ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang ekonominya menengah kebawah untuk mengembangkan dan meningakatkan usaha kecil menengah. Berdasarkan datayang diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang bersumber dari Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah menyatakan bahwa jumlah koperasi yang ada di Sumatra Barat sekitar 3095 unit dan di kabupaten Padang Pariaman sekitar 206 unit dengan 21665 orang anggotanya yang mengalami peningkatan dari tahun 2006. Peningkatan ini diperkirakan terjadi karena masyarakat Padang Paraiman mulai menyadari bahwa pentingnya usaha kecil menengah yang bisa dituangkan dalam bentuk menjalankan usaha koperasi. Dengan adanya koperasi ini dapat mengurangi kemiskinan dan pengganguran serta memberikan kontribusi yang memadai dalam pertumbuhan perekonomian Padang Pariaman.
SARAN
1. Jika kabupaten Padang Pariaman ingin perekonomian daerahnya lebih berkembang dan maju maka pemerintah daerah harus melakukan manufer serta inovasi dalam pengembangan perekonomian masyarakat.
2. Sangat dibutuhkannya suatu konsolidan dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan daerah, sehigga kedepannya klabupaten Padang Pariaman dapat merasakan kesejahteraan.
3. Sangat dibutuhkannya partisipasi masyarakat untuk menjadi motor penggerak roda pembangunan untuk daerah sedangkan pemerintah yang menjadi fasilitator bagi masyarakat.
4. Indicator peluang dari analisis SWOT yang telah diuraikan dapat membantu penggurus dan pengelola untuk mengimplementasikannya dalam rangka pengembangan dan keberhasilan koperasi daerah
5. Unsure kelemahan yang ada supaya mendapat perhatian yang serius baik pengurus atau pengelola maupun anggotanya sehingga resiko yang timbul akibat dari kelemahan dapat diminimalisasikan sehingga keberhasilan dan pengembangan koperasi dapat tercapai.
6. Perlu bagi pengurus dan pengelola intk dapat mengantisipasi ancaman agar dapat hidup dan berkembang serta dapat mewujudkan keberhasilan yang diharapkan.
7. Diharapkan juga kepada setiap kepala SKPD dan pimpinan TNI/POLRI pemerintah kecamatan dan nagari diharapkan dapat melaksanakan sosialisasi subtansi koperasi ditengah-tengah masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Kertasoepoetra ,G.2003.Koperasi Indonesia.Jakarta:PT.Asdi Mahasatya
Widiyanti,Nunik.2003.Koperasi Indonesia dan Perekonomian Indonesia.Jakarta:PT.Rineka Cipta
Http://www.Koperasi Padang Pariaman.com
BPS Padang Pariaman Dalam Angka 2009.


Karya punya : SONYA SILVIA, Mahasiswa UNP, 2007.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger