Home » » Hasil Afrika Selatan-Meksiko : Harus Puas Berbagi Poin

Hasil Afrika Selatan-Meksiko : Harus Puas Berbagi Poin

Written By Haris Ahmad on Saturday, June 12, 2010 | 8:45 AM



image

Jika tidak ada tiang gawang, Afrika Selatan mengawali pembukaan Piala Dunia 2010 dengan sempurna. Sayangnya, tendangan kaki kiri Kathlengo Mphela tiga menit sebelum waktu normal berakhir membentur tiang gawang Oscar Perez. Tuan rumah Afrika Selatan pun harus puas berbagi poin dengan Meksiko, 1-1.

Melalui Giovani dos Santos, Meksiko tampil menghentak dan terus mengalirkan tekanan ke pertahanan Afrika Selatan hingga pertengahan babak pertama. Peluang pertama tercipta pada menit ketiga ketika Dos Santos lolos di dalam kotak penalti Bafana Bafana. Tendangan pemain Galatasaray itu masih dapat dihentikan kapten Aaron Mokoena.

Dos Santos benar-benar menjadi motor serangan El Tri. Sebuah serangan balik Meksiko diakhiri dengan tendangannya, tapi bola melintir menjauhi gawang Itumeleng Khune. Kombinasi serangan Meksiko dari sayap kanan melalui Dos Santos dan Paul Aguilar benar-benar menjadi sumber ancaman bagi tuan rumah.

Jika Meksiko melancarkan tekanan dari sayap kanan, Afrika Selatan pelan-pelan memulai ancaman dari sektor kiri. Kecepatan Siphiwe Tshabalala benar-benar dapat diandalkan. Penampilan Tshabalala pun mampu membangkitkan kepercayaan diri rekan-rekan setimnya.

Afrika Selatan mulai bangkit. Peluang pertama diraih pada menit ke-25 saat Teko Modise memutuskan melepaskan tembakan langsung. Sektor kanan Afrika Selatan memang kerap melompong sepanjang babak pertama karena Carlos Salcido bermain terlalu ke dalam.

Menit ke-34, Khune menghentikan upaya Guillermo Franco menciptakan gol pembuka turnamen. Setelah menerima umpan terobosan Carlos Vela, Franco gagal menaklukkan Khune yang datang menyongsongnya.

Babak pertama diakhiri dengan gol Vela yang dianulir wasit Ravshan Irmatov karena terjebak off-side. Awalnya, tendangan pojok Gerrardo Torrado disambut sundulan Franco. Pada saat bersamaan Khune terbang tanpa berhasil menggapai bola. Sundulan Franco dikontrol dengan baik oleh Vela dan diceploskan ke gawang yang hanya dikawal Steven Pienaar. Tak ada gol karena Vela sudah dianggap berdiri off-side.

Babak kedua berjalan lebih hidup setelah sepuluh menit. Dari kombinasi satu dua di lingkaran tengah, sebuah umpan terobosan dilayangkan kepada Tshabalala. Sedikit mengontrol bola, Tshabalala melesakkan bola dengan tendangan kaki kiri yang tak sanggup dihalau Perez.

Vuvuzela kian berkumandang di stadion Soccer City. Tshabalala mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama Piala Dunia sejajar dengan para legenda Afrika seperti Francois Omam-Biyik dan Papa Bouba Diop yang membuka keran gol pada Piala Dunia 1990 dan 2002.

Kepercayaan Afrika Selatan mulai meningkat dan Meksiko mulai kehilangan ritme untuk melancarkan serangan seperti babak pertama. Modise nyaris memperbesar keunggulan Bafana Bafana kalau lebih akurat menuntaskan peluang yang diperolehnya. Satu tendangannya melebar meski Perez sudah terkecoh, sedangkan satu peluang lagi diselamatkan sang kiper.

Meksiko melalui pemain terbaiknya dalam pertandingan. Pada menit ke-61, Dos Santos melepaskan tendangan keras kaki kiri. Namun, arah bola ke tiang dekat masih dapat diantisipasi Khune sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Namun, gol penyeimbang datang juga. Rupanya butuh jasa pemain veteran untuk menyelamatkan Meksiko. Menit 79, Rafael Marquez berhasil memanfaatkan umpan panjang pemain pengganti Andres Guardado untuk menaklukkan Khune. Kesalahan Mokoena mengantisipasi umpan Guardado turut memberi andil terciptanya gol balasan.

Kedudukan imbang membuat kedua tim tak boleh kecolongan karena pertandingan memasuki menit-menit akhir. Afrika Selatan melancarkan strategi serangan melalui bola-bola panjang. Strategi ini nyaris membuahkan hasil manis. Persis pada menit terakhir waktu normal pertandingan, Mphela berhasil melepaskan diri dari kawalan Rodriguez. Sayangnya, tendangan kaki kiri sang striker tak sempurna dan bola hanya menghantam tiang gawang.

Gagal sudah tekad Afrika Selatan merebut angka penuh dari pertandingan pembukaan ini. Hasil imbang 1-1 bertahan hingga peluit akhir pertandingan.

Susunan pemain:
Afrika Selatan Khune; Gaxa, Thwala / Masilela (46'), Mokoena (c), Khumalo; Letsholonyane, Dikgacoi, Tshabalala, Modise; Pienaar / Parker (83'), Mphela.
Meksiko Perez; Rodriguez, Osorio, Aguilar / Guardado (55'), Salcido; Marquez, Torrado (c), Juarez, Dos Santos, Vela / Blanco (69'); Franco / Hernandez (73').






AFRIKA SELATAN


Itumeleng Khune  7,5  -- Salah satu bintang lapangan Afrika Selatan. Kecemerlangannya mendongkrak kepercayaan diri Bafana Bafana.


Siboniso Gaxa  7  -- Penuh hati-hati pada babak pertama, tapi usai jeda mulai berani naik menyerang.


Lucas Thwala  6  -- Kerepotan mengawal pergerakanGiovani dos Santos dan Paul Aguilar dari sektor kanan. Pantas saja diganti Carlos Alberto Parreira saat jeda.


Aaron Mokoena  6,5  -- Sulit ditaklukkan pemain Meksiko, tapi kesalahannya mengantisipasi umpan Andres Guardado berujung terciptanya gol balasan Meksiko.


Bongani Khumalo  6,5  -- Mampu membangun koordinasi dengan baik, meski terlihat kewalahan mengawal Guillermo Franco.


Reneilwe Letsholonyane  7  -- Lebih sering berada di wilayah pertahanan sendiri untuk mengawal lini pertahanan.


Kagiso Dikgacoi  7  -- Naik turun menjemput bola dan sangat berperan dalam mendistribusikan bola kepada Steven Pienaar.


Siphiwe Tshabalala  8  -- Terbaik pertandingan. Kecepatan dan daya juangnya adalah inspirasi bagi Afrika Selatan. Gol perdana turnamen menjadi buah yang manis untuk kerja kerasnya sepanjang laga.


Teko Modise  7,5  -- Modise juga tampil gemilang sehingga dua sayap Afrika Selatan sama hidupnya pada babak kedua. Kalau saja sedikit lebih tenang, Modise sudah menjadi pahlawan Afrika Selatan malam ini.


Steven Pienaar  7,5  -- Tidak ada serangan Afrika Selatan tanpa diawali dari kakinya. Pienaar benar-benar menjadi pintu serangan bagi Bafana Bafana.


Katlego Mphela  7,5  -- Sudah melakukan segalanya sebagai penyerang tunggal Afrika Selatan. Sayang sekali satu peluang bersih yang diperolehnya di akhir pertandingan gagal berbuah gol.


Pemain pengganti:
Tsepo Masilela  7  -- Mampu meminimalisir ancaman yang dilancarkan Giovani dos Santos seperti pada babak pertama.


Bernard Parker  n/a  -- Baru masuk menit ke-83 menggantikan Pienaar.




MEKSIKO


Oscar Perez  6,5  -- Tak banyak beraksi di atas lapangan, bahkan penampilannya harus terbantu tiang gawang.


Francisco Rodriguez  7  -- Tampil baik, sulit dilewati, dan terkadang berinisiatif membantu serangan.


Carlos Salcido  6,5  -- Tampil terlalu ke dalam sehingga tak menunjang pergerakan Carlos Vela dari sektor kiri Meksiko.


Paul Aguilar  7,5  -- Pergerakan Aguilar dari sektor kanan beberapa kali menimbulkan kekacauan di pertahanan Afrika Selatan.


Ricardo Osorio  7  -- Disiplin menjaga lini pertahanan dan tak kesulitan mengawal striker tunggal lawan, Mphela.


Rafael Marquez  7  -- Muncul sebagai pemberi gol yang membuat Meksiko bisa bernafas lega menghadapi laga lanjutan Grup A Piala Dunia.


Gerardo Torrado  7  -- Aktif bergerak menunjang serangan maupun pertahanan tim.


Efrain Juarez  6,5  -- Memperoleh kartu kuning yang tak perlu karena menghalangi tendangan bebas lawan. Secara umum, Juarez juga tampil dominan di lapangan tengah.


Carlos Vela  7  -- Jika dibandingkan dengan Dos Santos di sektor seberang, penampilan Vela tenggelam. Vela seperti baru muncul pada akhir babak pertama, tapi gagal menghadirkan ancaman berarti hingga akhirnya digantikan pada menit ke-69.


Giovani dos Santos  7,5  -- Jika mencetak gol, hampir dipastikan Dos Santos menjadi bintang pertandingan ini. Tapi sayangnya beberapa peluang gagal dimaksimalkan Dos Santos. Salah satunya dihalau secara gemilang oleh Itumeleng Khune.


Guillermo Franco  7,5  -- Meski tampil sendirian, berkat pengalaman yang dimiliki, Franco kerap membuat lini pertahanan Afrika Selatan kelabakan. Hampir selalu memenangi duel udara dan perebutan bola di kotak penalti lawan.


Pemain pengganti:
Andres Guardado  7  --  Tertinggal satu gol, langsung memasukkan Guardado terbukti menjadi keputusan tepat yang dilakukan Javier Aguirre. Umpannya mengawali terciptanya gol balasan El Tri.


Cuauhtemoc Blanco  5  --  Aguirre berharap Blanco menyumbangkan pengalaman untuk menginspirasi penampilan tim, tapi tak terlihat sisa-sisa kejayaannya.


Javier Hernandez  5  --  Tidak sempat menghadirkan ancaman berarti karena baru dimainkan sejak menit ke-73.
Share this article :

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar disini walaupun hanya "Hay". Kami akan menghargai komentar anda. Anda berkomentar saya akan berkunjung balik

 
Support : Aris Decoration | Galaxy Young
Copyright © 2014. All in here - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger